Archive for the ‘Hal Tokoh’ Category

Upaya Cut Zahara Fona Untuk Menipu Presiden Soeharto Akhirnya Kandas

Pada masa kekuasaan Presiden Soeharto, sekitar tahun 1970-an, seorang penipu ulung bernama Cut Zahara Fona, dari Aceh memiliki ide jenius. Cut Zahara Fona yang tidak tamat SD dan selalu mengenakan kain batik ini, mengaku bahwa janin yang dikandungnya bisa berbicara dan mengaji. Tentu saja, berita ini langsung menggegerkan masyarakat, terlebih karena mendapat pemberitaan luas di surat kabar dan majalah. Konon pengakuan Cut Zahara Fona ini berhasil mendongkrak tiras sebuah surat kabar terbitan ibukota yang setiap hari memberitakan isu ‘bayi ajaib’ yang dikandung  Cut Zahara Fona Baca lebih lanjut

Iklan

Presiden Soekarno Pernah Ditipu Tukang Becak dan Pelacur

Pada masa pemerintahan Presiden Soekarno, sekitar tahun 1950-an. Terdapat sepasang “suami istri” yang mengaku sebagai Raja Kubu , yang bergelar  Raja Idrus dan Ratu Markonah.  Entah melalui cara yang bagaimana, pasangan ini mendapat pemberitaan pers yang luar biasa, bahkan foto-foto keduanya menghiasi halaman-halaman media massa. Maka tidak mengherankan andai sejumlah pejabat negara kemudian memberikan penghormatan istimewa  pada pasangan ini Baca lebih lanjut

Pembunuhan Wartawan Udin, 14 Tahun Tanpa Penyelesaian

Empat Belas tahun lalu, tepatnya tanggal 16 Agustus 1996, wartawan BERNAS Fuad Muhammad Syafrudin alias Udin meninggal dunia di RS Bethesda Yogyakarta. Udin meninggal setelah dianiaya orang tidak dikenal pada 13 Agustus 1996 malam, dirumahnya dusun Samalo Jl Parangtritis KM 13 Patalan Bantul Yogyakarta.  Orang tidak dikenal yang berlagak sebagai tamu itu menghantam kepala Udin dengan sebatang besi satu kali. Namun, walaupun dengan sekali hantam, ternyata Udin mengalami cidera yang cukup parah pada kepalanya. Analisa dari berbagai kalangan menyimpulkan bahwa pembunuh Udin adalah orang terlatih yang paham betul dengan titik-titik mematikan pada anatomi tubuh seseorang.

Banyak pihak meyakini bahwa kematian Udin berkaitan dengan berita yang diwartakannya melalui harian BERNAS. Namun dalam proses selanjutnya, Dwi Sumaji alias Iwik didudukkan sebagai tersangka pembunuh Udin karena motif asmara atau perselingkuhan. Pengadilan akhirnya mampu membongkar rekayasa ini, dan Iwik dibebaskan dari segala tuntutan. Namun hingga saat ini, kasus pembunuhan Udin masih belum dapat diungkap dan menjadi X File. Bahkan berita yang dilansir Kompas.com tanggal 16 Agustus 2010 kemarin, menunjukkan adanya niatan sementara pihak yang menghendaki kasus Udin dinyatakan kedaluwarsa.

Kisah Udin di atas adalah penggalan perjalanan seorang jurnalis yang mencoba mewartakan kebenaran, dalam rangka memberikan kontribusi bagi penegakan hukum. Banyak pihak meyakini bahwa kematian Udin disebabkan berita yang ditulisnya. Coba kita perhatikan kutipan berita yang dilansir harian Suara Merdeka edisi 13 Agustus 2002 dibawah ini;

Kasus Udin

Memo Bupati “Sebelum 17 Ag Sudah Selesai”

YOGYAKARTA– Penyelidik Polda DIY diharapkan lebih serius lagi mengungkap kasus tewasnya wartawan harian Bernas Fuad M Syafrudin alias Udin. Keinginan itu muncul dalam diskusi bertajuk “Evaluasi 6 Tahun Kasus Udin” di LBH Yogyakarta, kemarin.

Dalam diskusi itu juga terungkap temuan Tim Pencari Fakta (TPF) PWI tentang memo Bupati Bantul (waktu itu) Sri Roso Sudarmo yang menuliskan, “Sebelum 17 Ag (Agustus-Red) sudah selesai”.

Mantan hakim PN Bantul Sahlan Said SH yang kini hakim di PN Magelang, Jawa Tengah, mengatakan dalam menangani kasus tindak pidana terhadap Udin seharusnya penyidik mengawali penyidikan dengan motivasi terjadinya tindak pidana.

“Mengapa waktu itu penyidik demikian bersikukuh bahwa Dwi Sumaji alias Iwik tersangka pelakunya berdasarkan latar belakang perselingkuhan. Padahal waktu itu Tim Pencari Fakta (TPF) yang dibentuk PWI dan masyarakat luas meyakini penganiayaan terjadi akibat pemberitaan yang dibuat Udin. Khususnya menyangkut kinerja Pemda Bantul yang dipimpin Bupati Sri Roso Sudarmo,” papar dia.

Dia mengatakan, dari beberapa kali rapat diketahui adanya keinginan kuat Bupati Sri Roso Sudarmo untuk menghukum Udin dan Bernas. Pernyataan Sahlan didukung temuan TPF PWI tentang adanya nota/memo Bupati. Isinya, “Sebelum 17 Ag (Agustus-Red) sudah selesai”.

Pada surat nomor 411.2/748 tanggal 26/7/1996 dari Camat Imogiri Bantul juga ada memo lain dari Bagian Hukum. Isinya, “Segera sebelum 17 Agust”.

Surat tersebut berisi penjelasan Camat Imogiri Hardi Purnomo BA tentang dana Inpres Desa Tertinggal (IDT) sehubungan dengan berita dugaan adanya penyelewengan dana yang dibuat Udin pada hari yang sama.

Sebelumnya Udin secara sendirian dan bersama wartawan Bernas lain membuat banyak berita yang diyakini “menyakitkan” jajaran Pemkab Bantul, terutama Bupati, antara lain tentang sumbangan Rp 1 miliar jika Sri Roso terpilih untuk periode jabatan kedua.

Tetapi keyakinan banyak pihak bahwa motif pembunuhan Udin bukanlah dikarenakan factor perselingkuhan, diabaikan begitu saja oleh pihak penyidik. Bahkan entah dengan motif apa penyidik malah membuat scenario dengan mendudukkan Iwik sebagai tersangka. Dan yang memalukan, scenario penyidik ini, tidak dapat dibuktikan kebenarannya di sidang pengadilan. Hal ini semakin meningkatkan kecurigaan masyarakat bahwa telah terjadi rekayasa dalam penanganan kasus ini yang dilakukan oleh pihak penyidik demi melindungi kepentingan orang tertentu.

Pembunuhan, ancaman dan terror kepada jurnalis memang tidak hanya dialami Udin. Tetapi kasus Udin menjadi menarik karena tidak ada “niatan” dari aparat penegak hukum untuk mengungkap kasus ini. Bahkan wacana untuk menutup kasus ini, belakangan semakin gencar berhembus.

Berbeda dengan kasus pembunuhan wartawan Jawa Pos Gde Prabangsa di Bali. Dia juga dibunuh karena mengungkap berbagai penyimpangan dan korupsi di suatu Kabupaten di Bali. Namun aparat penegak hukum mampu mengungkap kasus ini dan menunjukkan bukti bahwa dia dibunuh oleh kerabat bupati yang bersangkutan.

Sungguh suatu harga yang sangat mahal dalam upaya mencari celah dalam ruang komunikasi yang pengap untuk dapat mewartakan kebenaran.

 

Biografi Artis: Michael Jackson, Si Raja Pop Dunia

Sumber: www.AnneAhira.com

Mencermati biografi artis dunia ini, seperti membaca kisah dongeng. Dia dilahirkan dari keluarga miskin di pinggiran Chicago pada 29 Agustus 1958. Ketika beranjak dewasa, dia berhasil meraih kekayaan dan kemasyhuran di dunia. Akan tetapi, ironisnya dia meninggal dalam kesepian yang pedih ditengah lilitan utang yang sangat banyak.

Michael Joseph Jackson memiliki masa kecil yang kelam akibat tindak kekerasan yang dilakukan sang ayah kepadanya. Namun demikian, sedari kecil bakat musiknya sudah menonjol. Bahkan, dia berhasil memukau jemaat gereja dengan penampilan menyanyinya pada acara resital Natal, ketika berusia lima tahun.

Umur 8 tahun, dia bergabung dengan The Jackson Brothers. Sebuah band keluarga yang beranggotakan saudara-saudaranya. Band ini akhirnya berganti nama menjadi The Jackson Five. Pada 1966, mereka berhasil memenangi lomba pencarian bakat tingkat lokal.

Michael Jackson tumbuh besar dengan sifat humanis yang kental. Bencana kelaparan di Ethiopia mengusik rasa kemanusiaannya. Maka, bersama Lionel Richie, dia membuat single We Are the World pada 1985. Singel itu kemudian dirilis ke seluruh dunia untuk tujuan amal, dan disumbangkan bagi rakyat Ethiopia. Single ini dinyanyikan oleh 39 artis dunia, dan terjual lebih dari 20 juta kopi.

Menjadi Bintang

Michael Jackson muda agaknya memang dilahirkan untuk jadi pemenang. Dia behasil memenangi tiga penghargaan di “American Music Awards” 1980, untuk penampilan solonya.

Sementara itu, album keduanya, “Thriller”, yang dirilis pada 1982 bisa dianggap sebagai puncak karirnya. Karena, album ini sanggup bertahan di 10 besar Billboard 200 selama 80 minggu berturut-turut. Periode ini adalah periode yang luar biasa menguntungkan baginya.

Ketika tampil di acara TV “Motown 25”, Michael Jackson menunjukkan gerakan tarinya yang terkenal, moonwalk. Jenis tarian ini kemudian mengilhami banyak penyanyi dunia lain, dan jadi tarian favorit para penari breakdance.

Sepanjang karirnya, dia telah tampil pada 123 konser di hadapan 4,4 juta orang, dan memecahkan Guinness World Record. Lewat penampilan panggung dan video-video klipnya, Michael Jackson mempopulerkan sejumlah teknik menari seperti menari robot dan moonwalk. Suara dan gaya vokalnya mempengaruhi dan diikuti oleh banyak penyanyi hip hop, pop, dan R&B.

Selain mencatatkan namanya dalam Guinness World Records untuk berbagai kategori, dia memiliki prestasi lain yang sangat banyak. Di antaranya menerima 13 Grammy Awards untuk 13 buah singelnya yang berhasil menempati peringkat pertama dalam Hot 100. Selain itu, album-albumnya terjual hingga 750 juta keping di seluruh dunia.

Sepanjang hidupnya, dia telah menghasilkan banyak album, antara lain Got to Be There (1972), Ben (1972), Music and Me (1973), Forever, Michael (1975), Off the Wall (1979), Thriller (1982), Bad (1987), Dangerous (1991), HIStory (1995), dan Invincible (2001).

Meredupnya Bintang

Namun, keberuntungan ternyata tidak selalu berpihak kepadanya. Pada 27 Januari 1984, Michael Jackson mengalami kecelakaan dalam proses pembuatan iklan “Pepsi”. Dia mengalami luka bakar tingkat dua di kulit kepala. Untuk itu, dia harus menjalani serangkaian operasi plastik.

Setelah menjalani operasi plastik, dia mulai bermasalah dengan perubahan warna kulitnya (vitiligo). Dampak langsung yang dirasakannya adalah rasa nyeri yang sangat pada tubuhnya ketika terkena sinar matahari secara langsung. Karena itulah, dia mulai mengkonsumsi obat pereda rasa nyeri.

Pada sisi lain, dia juga jadi semakin sering melakukan operasi plastik demi memperindah penampilannya. Namun sayangnya, tidak semua operasi plastik yang dia jalani bisa berhasil baik. Bahkan, bentuk hidung dan mulutnya malah rusak. Untuk menutupinya, dia lalu mengenakan masker. 

Faktor inilah yang diduga sebagai penyebab kemerosotan kesehatannya dan menjadikannya stres, murung, serta depresi. Akibatnya, dia jadi sangat bergantung pada dokter dan obat. Bahkan, dokter harus menyuntiknya dengan 25 miligram propofol setiap beberapa jam sekali untuk menghilangkan rasa nyeri yang dideritanya agar bisa membuatnya tertidur.

Pemberian suntikan ini berlangsung terus. Bahkan, dia masih menerimanya beberapa saat sebelum maut datang menjemput pada Kamis, 25 Juni 2009.

Heal the world. Make a better place, for you and for me and the entires human race!

Trik Ilusi Terkenal Robert Houdin

Robert Houdin adalah pesulap besar Perancis, dan ditasbihkan sebagai bapak Sulap Modern. Selain itu, Robert Houdin kaya akan kreatifitas dalam menciptakan peralatan (gimmick) sulap.

Kreatifitas Robert Houdin dalam menciptakan peralatan modern, membuat pertunjukkan sulapnya jadi semakin memikat. Namun demikian, Robert Houdin yang dilahirkan di Blois, sebuah kota kecil di Perancis, dulunya adalah seorang pembuat arloji.

Beberapa trik dan ilusi yang pernah disajikan Robert Houdin antara lain: Baca lebih lanjut