Archive for the ‘Hal Politik’ Category

PESONA SEKS WANITA DI PUSAT KUASA

Cleopatra berada diantara Julias Caesar dan Mark Anthony, sedangkan Ken Dedes berada diantara Tunggul Ametung dan Ken Arok. Mereka berbagi relasi kuasa dan seks. Ken Dedes digambarkan sebagai perempuan cantik dengan “anu” yang bersinar. Sementara beberapa literatur lebih menggambarkan sensualitas Cleopatra dan kemahirannya dalam melakukan hubungan seksual. Baca lebih lanjut

Iklan

DITUDUH KORUPSI: BANGGAR DIBELA CEWEK CANTIK

Korupsi Badan Anggaran (Banggar) DPR ternyata menarik perhatian cewek-cewek cantik. Setidaknya itu yang tampak ketika belasan cewek cantik berkaos putih dan celana pendek jin menggelar aksi di KPK. Tujuan mereka untuk membela anggota Banggar DPR RI yang tersangkut permasalahan hukum dan sedang diperiksa KPK. Dalam aksinya, mereka membagikan bunga mawar. Baca lebih lanjut

Dunia ini tidak adil bagi orang-orang baik !!!

“…Orang yang ingin berbuat baik pasti akan kecewa berada di antara

begitu banyaknya orang yang tidak baik, jadi belajarlah menjadi orang

yang tidak baik dan belajar menggunakan atau tidak menggunakan

pengetahuan ini sesuai dengan kondisi yang ada…” (Machiavelli)

Baca lebih lanjut

Mahfud MD: Hampir Semua Calon Incumbent Curang

Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD menjelaskan bahwa hampir semua calon kepala daerah incumbent dalam pilkada berbuat curang. Dalam sidang sengketa pilkada yang tangani  MK dengan melibatkan pasangan calon incumbent, kecurangan sering  terbukti.  “Dari 190 kasus yang ada, hampir semua calon incumbent terbukti berbuat curang dengan memanfaatkann jabatannya,” kata Mahfud, di Jakarta, Kamis (9/12). Baca lebih lanjut

Kerawanan Pilkada (3)

Selain kerawanan pada sisi penyalahgunaan wewenang calon incumbent yang menggunakan dana APBD dan memperalat birokrasi sebagai bahan bakar dan mesin politiknya, kerawanan lain juga bisa dilakukan oleh semua kandidat. Kerawanan ini ditandai dengan semakin menguatnya kecenderungan pragmatis transaksional antara masyarakat dengan kandidat, melalui politik uang. Baca lebih lanjut

Kerawanan Pilkada (2)

Dari segi penguasaan akses, kandidat yang akan berlaga dalam pilkada bisa dibedakan dalam dua kategori, yaitu incumbent dan bukan incumbent. Sedangkan dari “tiket” yang mereka pegang, juga bisa dibedakan menjadi dua kategori, yaitu calon dari jalur parpol dan calon independen. Fenomena fragmentasi kandidat Kepala Daerah yang seperti ini, lazim terjadi diberbagai daerah di Indonesia. Baca lebih lanjut

Kerawanan Pilkada (1)

Pada tahun ini lebih dari 200 Daerah tingkat II di Indonesia akan melaksanakan pesta akbar untuk menentukan Kepala Daerah. Selain diminati oleh para politisi, pesta ini juga memicu minat pengusaha, mantan birokrat, dan artis untuk mengadu peruntungan dan berlaga dalam pesta akbar ini. Baca lebih lanjut