Archive for Juni, 2014

Kerajinan Perak Andalan Industri Kotagede

13

 

Perak adalah  logam mulia yang dalam tabel periodik memiliki unsure kimia berlambang Ag (Argentum), dengan nomor atom 47. Perak merupakan sebuah logam transisi lunak berwarna putih mengkilap. Logam ini memiliki konduktivitas listrik dan panas tinggi serta memiliki kandungan dimineral dalam bentuk bebas.  Pada jaman dulu logam ini banyak digunakan sebagai uang koin, perhiasan, peralatan  makan, dan fotografi.

 

Sebagaimana platina dan emas, Perak termasuk logam mulia, yaitu logam yang tahan terhadap korosi maupun oksidasi. Pada umumnya logam mulia memiliki harga yang tinggi, karena sifatnya yang langka dan tahan korosi. Logam mulia sangat sukar bereaksi dengan asam. Karenanya logam mulia kerap dijadikan sebagai investasi, termasuk perak.

Baca lebih lanjut

Iklan

Geliat Industri Kotagede : Kerajinan, Kuliner dan Heritage

12

 

Sebagai kota yang sejak didirikannya tidak pernah lepas dari proses aktivitas perdagangan, Kotagede sejak lama telah memiliki hubungan-hubungan dagang dengan berbagai wilayah. Pada masa Hindia Belanda hubungan dagang dengan kota Tulung Agung, Blitar, Kediri marak dilakukan. Bahkan hubungan dagang berbagai pihak luar Negeri telah terjalin, walaupun masih mengandalkan peranta pihak Kolonial Hindia Belanda di Semarang.

Perdagangan ini pada umumnya dilakukan oleh pedagang-pedagang besar Kotagede dengan barang dagangan berupa perhiasan emas-perak, kain batik tulis maupun cap, kulit, serta berbagai hasil kerajinan seni lainnya. Bahkan Van Mook memuji proses perdagangan waktu itu dengan menyatakan bahwa Kotagede merupakan pusat perdagangan perhiasan terbesar se-Hindia Belanda. Baca lebih lanjut

KOTAGEDE : Antara makam raja dan masjid

makam kota gede

 

Kawasan Kotagede terletak di sebelah tenggara pusat kota Yogyakarta, dan berjarak sekira 5 kilometer. Kawasan ini merupakan kota lama yang didirikan oleh Panembahan Senopati atau Sutawijaya pada pertengahan abad XVI, dan sempat menjadi Ibukota Kerajaan Mataram Islam. Sebelumnya, Kotagede merupakan tanah perdikan dibawah kekuasaan Kerajaan Pajang.

Dewasa ini kawasan Kotagede terbagi dalam dua wilayah administratif pemerintahan. Pengertian kawasan menunjukkan lingkungan yang memiliki kesatuan sosio kultural. Sebagian masuk  dalam administrasi pemerintah Kabupaten Bantul di sisi selatan, sedangkan di sisi utara termasuk dalam administrasi pemerintah Kota Yogyakarta. Baca lebih lanjut

Sejarah Masyarakat dan Orang Penting Kotagede

sopingen

 

Sebagai kota lama Kotagede juga terdapat beberapa bangunan-bangunan yang cukup memiliki nilai sejarah. Sebagian merupakan heritage, sebagaian yang lain tidak. Ada sekitar 170 obyek cagar budaya (heritage) yang dibangun antara tahun 1700-1930. Beberapa diantaranya adalah: Rumah Kalang, Rumah Adat Jawa, Rumah Tumenggungan, dan Pos Malang. Sedangkan seni kerajinan yang sangat terkenal dari Kotagede adalah kerajinan Perak, dan makanan khas Kotagede berupa Yangko dan Kipo. Hal inilah yang  menjadikan Kawasan tersebut menjadi obyek wisata dan daya tarik wisata unggulan di Propinsi D.I. Yogyakarta. Baca lebih lanjut