Pembuktian Bramantyo Prijosusilo Berhasil !

Aksi damai yang digelar pada Rabu (15/02/12) pagi,  oleh  seniman Yogyakarta Bramantyo Prijosusilo, berakhir dengan tidak damai. Betapa tidak, setelah melakukan ritual di Makam Kotagede yang kemudian dilanjutkan dengan perjalanan naik Andong ke Markaz MMI di Jl. Karanglo, Kotagede, Bramantyo mendapat perlakuan kasar dari orang-orang yang mengenakan rompi hitam bertuliskan “mujahidin”. Puluhan orang menyeret Bramantyo dari atas andong yang dikawal mobil polisi dari Polsek Banguntapan, Bantul. Bukan saja diseret, tubuh Bramantyo juga dihujani pukulan bertubi-tubi. Kejadian ini berlangsung di depan mata ratusan pasukan Dalmas Polres Bantul, yang ditugasi untuk mengamankan jalannya aksi ini.

Sekalipun gagal menjalankan Aksi baca puisinya di depan Markaz MMI, namun Bramantyo telah secara cerdik berhasil membuktikan 2 hal. Pertama ormas keagamaan yang kerap melakukan aksi kekerasan itu memang benar-benar ada, dan bisa melakukan aksinya bahkan di depan ratusan anggota polisi. Kedua, negara memang benar-benar tidak hadir untuk mencegah terjadinya kekerasan yang dilakukan oleh ormas keagamaan.

Masyarakat boleh mempertanyakan, kenapa Bramantyo melakukan aksinya di depan Markaz MMI, apakah ini bermaksud melakukan provokasi? Resiko digebugin itu mungkin sudah diperkirakan Bramantyo. Seni selalu mencoba mencari perhatian, jadi wajar bila terkadang berkesan provokatif. Tetapi kedewasaan berpikir seseorang akan sangat menentukan sikap dia dalam menghadapi tiap provokasi.

Bagi yang mengerti makna provokasi, maka ada kesadaran bahwa tidak semua provokasi harus ditanggapi, karena itu akan melebar dan memperlama isu yang diprovokasikan dalam wacana masyarakat luas. Semakin lama isu itu diwacanakan masyarakat, maka bisa jadi isu itu akan dianggap benar. Nah, berkait dengan isu yang dibawa dalam aksi seni Bramantyo diatas, agaknya anggapan terhadap kebenaran isu tersebut bukanlah hal sulit untuk terbentuk, dan terpatri dalam kesadaran manusia yang akhirnya akan jadi social sculpture (patung sosial).

 

33 responses to this post.

  1. Cara pembuktian yang cerdas !!!

    Balas

    • Posted by karno kaji on 16 Februari 2012 at 10:29

      Pembuktian yang cerdas, bahwa benar,; bahwa ternyata orang yang ‘anti Islam’ itu memang benar-benar ada. ‘Serat Darmogandul’ dan ‘Serat Gatoloco’ itu bukan isu semata.

      Balas

      • Posted by karno kaji on 16 Februari 2012 at 22:49

        Untuk membuktikan Bramantyo itu ‘pemarah’ suka kekerasan kepada saya, maka saya memerlukan ‘tidur’ dengan ‘istrinya’ (Kalau istrinya nenek-nenek, jelas saya gagalkan ‘pembuktian’ dan dinyatakan tidak syah. Demi hukum). He….he… sebenarnya; ‘menang isin, kalah isin’. Pembuktiannya tidak nyeni, kasar. dan mudah ditebak. He..he..he..he.. saya).

      • Posted by Yunki on 19 Februari 2012 at 16:34

        dan dengan postingan ini, Karno Kaji sekali lagi membuktikan bahwa artikel ini benar bahwa islam mudah di provokasi.

  2. Posted by faye on 16 Februari 2012 at 02:54

    kerren…

    Balas

  3. […] Pembuktian Bramantyo Prijosusilo Berhasil! […]

    Balas

  4. Cara demo yg cerdas.. dan membuktikan kalo ormas anarkis ternyata tidak tahan kritik. Dan kata soe hok gie.. Orang yg tak tahan kritik boleh masuk ranjang sampah.

    Balas

  5. Posted by namasayaindi on 16 Februari 2012 at 04:05

    Kalau Bramantyo sudah memprediksi akan dipukuli, saya benar-benar salut. Ia mau menanggung pembuktian yang menyakitkan, untuk memperoleh fakta. Tak hanya cerdas, tetapi pengalaman yang luar biasa.

    Balas

  6. Posted by Yudhie-Batam on 16 Februari 2012 at 04:46

    Proud of what you’ve performed!
    Maju terus untuk yg kamu anggap benar!

    Balas

  7. Benar2 pemerintah sengaja membutakan diri dengan gajah di pelupuk mata. Sungguh ironis.

    Balas

  8. Posted by solidwis on 16 Februari 2012 at 05:28

    perubahan memang memerlukan provokasi.. dan tidak harus menciptakan kerusakan, kekacauan, apa lagi gebuk-gebukan..

    Balas

  9. Posted by dimasprasidi on 16 Februari 2012 at 07:02

    keren quote ini —-> Seni selalu mencoba mencari perhatian, jadi wajar bila terkadang berkesan provokatif. Tetapi kedewasaan berpikir seseorang akan sangat menentukan sikap dia dalam menghadapi tiap provokasi.

    Balas

  10. kena deh!

    Balas

  11. Sudah sepantasnya para preman berkedok ajaran agama, semuanya dimasukkan bui, Negara yang paling tidak bertanggungjawab, ada orang dipukuli hanya karena melakukan demo damai dan didiamkan saja oleh aparat keamanan, negara itu bernama Negara Kesatuan Republik Indonesia. Sungguh menyedihkan! Hidup Bramantyo, salut akan keberaniannya!

    Balas

  12. Bramantyo Prijosusilo secara dusta dan tidak beradab, telah memfitnah Majelis Mujahidin Indonesia (MMI), dengan menyebarkan kebencian di kalangan anggota masyarakat, serta mengadu domba ormas Islam dengan Kesultanan Ngayogjokarto melalui siaran pers.
    Lihat di: http://kabarnet.wordpress.com/2012/02/15/menistakan-agama-mmi-laporkan-bramantyo-ke-polisi/

    Balas

  13. Cerdas!😆

    Nggak perlu repot-repot minta mereka ngaku, akhirnya ngaku sendiri juga😆

    Balas

  14. Hebaat !

    Balas

  15. Posted by apri on 16 Februari 2012 at 09:14

    Setuju dengan Tulisan Anda “Tetapi kedewasaan berpikir seseorang akan sangat menentukan sikap dia dalam menghadapi tiap provokasi”….. (karena menurut saya tidak bisa dipungkiri hidup itu selalu ada Provokasi entah yg kita liat atau pun yg kita dengar, tetapi itu semua kembali ke Pribadi Manusiannya apa dia sanggup menetralisir Provokasi itu atau kemakan oleh Provokasi itu…semua memang ada akibatnya/resikonya……. Salud buwat Bang Bramantyo Prijosusilo atas keberaniannya mengexpresikan diri akan kenyataan yg ada….

    Balas

  16. Posted by devi on 16 Februari 2012 at 09:56

    Siapapun yang melakukan kekerasan dengan mengatasnamakan agama, sungguh tidak menghormati makna keyakinan pada Tuhan itu sendiri. Tuhan tak perlu dibela bung

    Balas

  17. Posted by sugiri suganda on 16 Februari 2012 at 14:32

    Sekretaris MMI, M. Shabbarin Syakur kepada wartawan mengatakan pihaknya menolak upaya-upaya politisasi seni yang bernuansa SARA dan menuduh ormas agama melakukan penekanan terhadap minoritas. Oleh karena itu MMI meminta Kapolda DIY untuk menangkap Bramantyo untuk diadili dan mempertanggungjawabkan perbuatannya, karena bisa memicu amarah umat Islam.

    LALU KEKERASAN DAN BRUTALISME YG DILAKUKAN ORANG2 MMI ITU NAMANYA APA ?

    Balas

  18. Lucu sekali ya?hahahahaaa

    Balas

  19. Bodohnya (para oknum) MMI. Kenapa mereka justru membuktikan diri berbuat anarki, hanya terhadap seorang Bramantyo yg sendirian dan tidak bawa “pasukan”. Di depan banyak saksi mata dan kamera wartawan. Kalau memang tidak anarki, kalau ingin protes, mestinya bisa membuktikan protes tanpa kekerasan. Dari sini justru orang banyak bisa menyaksikan sendiri aksi kekerasan yang dipamerkan secara fulgar tersebut. Meskipun mungkin mereka ini cuma oknum, tetapi tanggung-jawab keseluruhan adalah pada pengawasan organisasi yang mungkin kurang solid. Atau memang benar aksi-aksi anarki seperti itu sengaja dihalalkan oleh sekelompok oknum. Sayang sekali kalau begitu.

    Balas

  20. Posted by karno kaji on 16 Februari 2012 at 22:52

    Bramantyo itu ‘otak’-nya pendek, targetnya hanya Islam. Kalau sekedar pembuktian, dan ‘yakin’ bahwa akan dikeroyok, digebukin (Maaf yahanno Betawi-an), kenapa nggak menjawail ‘bokong’ SBY saja, pasti muka-nya ‘pindah ke belakang. Dan kenapa mesti harus Islam? Punya dendam ya? He..he..he..he..Kalem saja mas Bramantyo, ‘cool’, jangan panik, jangan emosi, itu cara ‘kampungan’ sudah ketinggalan zaman.

    Balas

    • Posted by karno kaji on 16 Februari 2012 at 22:56

      He..he..he…Kalau dipikir-pikir bener juga ‘seniman Bram’ ini. Kalau tidak dipancing-pancing tentu MMI sudah barang tentu ‘njegideg’, diam saja, mungkin kesehariannya ‘mesam-mesem’, ngguya ngguyu. Ya nggak lucu ‘nggak onok udan nggak onok angin ‘ngamuk’, memang ‘edan’ opo piye? Tapi idenya itu tidak kreatif, coba dipikirkan lagi bagaimana membuktikan kepada ‘masyarakat’ bahwa FPI, MMI, itu adalah organisasi ‘kekerasan’. Kalau boleh saya usulkan, bagaimana kalau ‘seniman Bram’ ‘kencing’ (berseni) di ‘paimaman’ mesjid ketika berjamaah sholat Maghrib, dengan memakai ‘sandal jepit’ (soalnya seniman) yang telah dilumuri ‘tahi’ orang. Gimana? Setuju? Besoknya pasti semua koran di Indonesia menulis di Head-line besar-besar: “Lagi tindakan brutal FPI, MMI main hakim sendiri kepada seniman BRAM” Padahal bapaknya BRam yang bukan FPI ikut ‘ngamplengi’ Bram. He..he..he..he.

      Balas

  21. Selain itu, Bramantyo juga membuktikan tidak adanya toleransi dari ormas tsb terhadap cara berpikir di luar organisasinya (atau agamanya)

    Balas

    • Posted by karno kaji on 17 Februari 2012 at 07:30

      Kekerasan di Indonesia tidak hanya dilakukan oleh FPI dan MMI. Bramantyo berhasil membuktikannya, dan masyarakat yakin. Salut, selamat. Buat lagi ‘pembuktian kekerasan’ tapi jangan FPI lagi MMI lagi, kan sudah terbukti. Coba buktikan bahwa polisi dan tentara itu tidak kalah ‘bringas’-nya. Kalau terus-terusan Islam, nanti sampean ketahuan bahwa sampean anti Islam, ‘benci’ sekali pada Islam, dan itu artinya sampean tidak toleran, tidak menghargai kebhinekaan. Itu artinya sampean sama saja.

      Balas

      • Posted by karno kaji on 17 Februari 2012 at 07:44

        bener apa yg dikatakan jeng christine wae, gak ada yg melarang demo kok yudhi anabrang..

        masalahnya yg di hina ini agama (Islam)srta bagian komponen agama (Islam).
        coba klo ‘seniman’ bram ini demo ‘nyeni’ menghina agama kristen di dpn GKI, UKI, ato di dpn lapo2, ya bisa di bantai & dihabisin lah ma mrka. ato demo ‘nyeni’ menghina agama hindu di dpn ‘pedande’, ato komunitas hindu di bali, ya bs di cincang lah si bram ini,tubuhnya di jadikan makanan penyu..

        lgian, yg cuman FPI, MMI, ato umat Islam aja kok yg menghujat demokrasi,NKRI,atopun pancasila..
        org2 liberal, org2 yg bkn FPI, bkn, MMI, bkn Islam pun jg menghujatnya..
        acara democrazy di metro tv scra eksplisit jg menghina demokrasi, alm. kang Hari Ruslie jg bikin & menyanyikan lagu parodi ‘garuda pancasila’. dg dalih ‘privatisasi’, presiden, metri,anggota DPR, dan para pejabat jg menjual aset2 negara ini (sampe sini, saya pun tertawa geli membaca slogan di spanduk ‘NKRI harga mati’), alex manuputty, theys hiyo eluway,dll. bhkn melecehkannya..

  22. Posted by Chase-M on 17 Februari 2012 at 03:19

    Beginilah kalo setiap orang berbicara menurut asumsi, hawa nafsu, apriori, dll. Boro2 mau mencari fakta yang sesungguhnya, mereka sudah sangat merasa cukup dengan pembodohan dan pemenggalan fakta yang dilakukan oleh media. Inilah orang bodoh yang sesungguhnya. Seburuk2 anarkisme adalah orang yang menyengaja untuk terjadinya suatu tindak anarkis. Jadi, frame berpikirnya harus jelas dulu. Yang sebab dan yang akibat harus bisa di identifikasi dulu. Kalo ga bisa mengidentifikasi, atau kalau hanya mau terus menerus dicucuk hidungnya oleh media yang tidak fair, maka sebaiknya jangan ngasi komen. Jadinya malah membangun etalase kebodohan. Tambahan, jangan asal main fitnah. Yang jelas bahwa tidak ada pemukulan. yang ada adalah tarik menarik. Untuk lebih jelasnya, bagi yang memang mau mencari kebenaran, silahkan kumpulkan fakta dari kedua belah pihak, biar jelas duduk perkaranya. Tapi kalo memang niatnya hanya untuk membenarkan apriorinya, dan merasa cukup dengan fitnah yang ada, silahkan tetap dengan kebodohannya. Karena sebatas itulah dia menggunakan akalnya. Semoga tercerahkan..

    Balas

  23. Posted by Sastro on 17 Februari 2012 at 10:43

    Tes

    Balas

  24. wong gemblung di ladeni ya ora rampung2…

    Balas

  25. Posted by maria on 24 Juli 2013 at 16:26

    ini orang kan suka fitnah, taufik ismail aja di fitnah. cari sensasi bro…

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: