Ini Puisi Bramantyo Prijosusilo

Sedianya Bramantyo akan membacakan puisi ini, memecah kendi dan berdialog dengan Jamaah MMI bila memungkinkan. Namun sebelum terlaksana jamaah MMI sudah meringkus dan menganiayanya. Untunglah pihak kepolisian berhasil mengamankannya kedalam truk Dalmas dan membawanya ke Polres Bantul.

Naskah Pertunjukan “Membanting Macan Kerah”
15 Februari 2012, Jl Karanglo No 94, Kotagede
Assalamualaekum Warohmatullohi Wabarakatuh

Aku, Bramantyo, seniman Yogyakarta (daerah kekuasaan Kalipatulah Panatagama) datang mempersembahkan puisi dan peristiwa sebagai naseihan akan kebenaran dan kesabaran agar tidak seorangpun merongrong hak-hak budaya Sang Kalipatullah Panatagama di Yogyakarta
Inilah puisiku;
Alam tegang
Bagai dawai terentang
Nada tinggi yang dicari
Terbang tak tergenggam

Mungkin saat ini
Perut bumi sedang bergolak
Menyiapkan gempa-gempa
Erupsi gunung api

Mungki kota-kota itu
Akan lantak oleh lindu
Hanyut oleh tsunami
Terkubur hujan lumpur

Mungkin api akan membakar
Kebencian akan berkobar
Orang-orang di kota-kota itu
Akan jadi aran dan abu
Deras hujan bom dan peluru

Mungkin
Mungkin
Mungkin

Tetapi ini pasti:
Akupun tegang bagai dawai terentang
Pasrah menanti petikan jariNYa
Jalan-Nya ku cari tetapi sesat kudapatkan
—-

Mensyukuri meski sesat
Sebab sesat mungkinkan aku memohon
Jalan yang lurus yang diridloi bukan
Jalan orang yang sesat atau dimurkai
Sebab aku memohon
Aku memohon dengan sebab

Bila datang dari Yang Maha
Setetes atau segunung rahmat
Tetaplah sama sebagai Rahmat
Rahmat dari Yang Maha

Buta hatiku tak bisa melihat perbedaan.
Meski buta tetaplah itu hatiku.
Sejujurnya,
Dalam sujud aku tak bisa menipu.

Di dalam sesat
Kau dekatkan aku
Pada jalanMu!
Tak ada hujjah
Menolak keadilanMu!
(Berbalik, memecah kendi)

Kendi pecah air tumpah
Bunga-bunga macan kerah berserakan di tanah
Adalah do’a leluhur dan para wali
Agar setiap insan yang menyelisihi Kalipatullah
Merasakan galau di dalam hati dan pikiran
Hingga terbit kesadaran
Damai.Damai.Damai.Damai
Damailah Yogyakarta

6 responses to this post.

  1. Posted by Kirana on 15 Februari 2012 at 15:45

    nyibbehhh

    Balas

  2. Cak Bram.
    Anda telah membuka mata hati kami, untuk tidak tinggal diam, ketika kehidupan ini diacak-acak oleh angkara murka. Andalah pendekar persilatan yg sebenarnya. Mari bersama-sama kita bersihkan jalan berdebu di depan kita, agar anak2 kita nantinya mampu meneruskan langkah kehidupan nan damai, seperti yg seharusnya.
    Rahayu, cak Bram…🙂

    Balas

  3. Posted by joni on 16 Februari 2012 at 05:34

    Agama adalah produc manusia. Jangan pernah memperdebatkan agama karena produc manusia pasti dimuati nafsu, nafsu si yang punya agama. Kembalilah kehati, hati yang berketuhanan karena hanyalah tuhan kebenaran yang hakiki. Jangan pakai nafsu karena nafsu adalah keduniawian yang penuh dengan keserakahan, kesombongan dan berbagai macam kegelapan dunia. Apapun agamamu, apapun status sosialmu jangan pernah merasa engkau yang paling dimuliakan disisi tuhan. Sesungguhnya tuhan maha pengasih, mengasihi semua ciptaanya tidak terlebih BABI yang di haramkan dinajiskan oleh si manusia, sesungguhnya BABI adalah ciptaan tuhan. Dia dikasihi dan dimuliakan oleh sang pencipta, di berkahi makan, pasangan, dan semua rahmat yang hampir sama baiknya dengan semua ciptaanya TUHAN.

    Balas

    • Posted by atun on 17 Februari 2012 at 03:46

      setuju……agamaku adalah agamaku dan agamamu adalah agamamu……..agama adalah bersifat sangat pribadi……semua agama mengajarkan saling mengasihi dan menyayangi……..kalau itu tercapai damailah dunia, damai juga dihati masing2 manusia

      Balas

  4. Posted by togek on 19 Februari 2012 at 01:58

    Imagine there’s no heaven,
    It’s easy if you try,
    No hell below us,
    Above us only sky,
    Imagine all the people
    living for today…
    …..
    living life in peace…

    all the people sharing all the world

    John Lennon – Imagine Lyric

    agama adalah produk kebudayaan yg kesemuanya bertujuan untuk mempertinggi peradaban manuasia di muka bumi dan alam raya,Sebutan kata (yahweh,TUHAN,ALLAH,Gusti Kang Dumadi,Semesta Alam) kadang sering menimbulkan Konflik yg berujung pada kekerasan,padahal makna Katanya sama.Tuhan dan setan ada di dalam hati.

    Balas

  5. […] Ini Puisi Bramantyo Prijosusilo […]

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: