Archive for Februari, 2012

Kronologi Aksi Bramantyo Prijosusilo

Selang beberapa saat setelah menggelar ritual di makam Raja-raja Kotagede, Bramantyo Prijosusilo bergegas menaiki andong guna berangkat menuju Markaz MMI yang berjarak kurang lebih 800 meter dari kompleks makam raja Kotagede. Dengan dikawal mobil patroli dari Polsek Banguntapan, Bantul, Bramantyo yang mengenakan busana Jawa motif lurik itu segera berngkat menuju Markaz MMI, namun setibanya disana, dia harus berhadapan dengan aksi pengeroyokan yang dilakukan oleh jamaah MMI. Berikut kronologisnya : Baca lebih lanjut

Iklan

Ini Puisi Bramantyo Prijosusilo

Sedianya Bramantyo akan membacakan puisi ini, memecah kendi dan berdialog dengan Jamaah MMI bila memungkinkan. Namun sebelum terlaksana jamaah MMI sudah meringkus dan menganiayanya. Untunglah pihak kepolisian berhasil mengamankannya kedalam truk Dalmas dan membawanya ke Polres Bantul. Baca lebih lanjut

Konsep Aksi Bramantyo Prijosusilo di Kotagede

Banyak orang bertanya kenapa Bramantyo melakukan aksinya di “kandang macan”, dan selanjutnya menyayangkan terjadinya peristiwa pengeroyokan terhadap Bramantyo. Beberapa suara menyatakan keprihatinannya, “seharusnya Bramantyo tahu, kalo dia melakukan aksinya disana pasti akan mengalami tindak kekerasan dari orang-orang ini”. Tetapi Bramantyo tetap tidak bergeming, dia ingin membuktikan bahwa asumsi masyarakat itu salah. Namun kali ini, asumsi Bramantyo lah yang salah. Kenapa asumsi Bramantyo salah? Dalam konsepnya dia mengalokasikan waktu 30 menit untuk berdialog dengan MMI, namun bukan dialog yang didapat, tetapi digebugin. Berikut adalah konsep aksi Bramantyo : Baca lebih lanjut

Pembuktian Bramantyo Prijosusilo Berhasil !

Aksi damai yang digelar pada Rabu (15/02/12) pagi,  oleh  seniman Yogyakarta Bramantyo Prijosusilo, berakhir dengan tidak damai. Betapa tidak, setelah melakukan ritual di Makam Kotagede yang kemudian dilanjutkan dengan perjalanan naik Andong ke Markaz MMI di Jl. Karanglo, Kotagede, Bramantyo mendapat perlakuan kasar dari orang-orang yang mengenakan rompi hitam bertuliskan “mujahidin”. Puluhan orang menyeret Bramantyo dari atas andong yang dikawal mobil polisi dari Polsek Banguntapan, Bantul. Bukan saja diseret, tubuh Bramantyo juga dihujani pukulan bertubi-tubi. Kejadian ini berlangsung di depan mata ratusan pasukan Dalmas Polres Bantul, yang ditugasi untuk mengamankan jalannya aksi ini. Baca lebih lanjut