Gambar Cupu Panjolo: Dari “Durno” Hingga “Getih Garing”

Masyarakat Dusun Mendak, Desa Girisekar, Kecamatan Panggang, Kabupaten Gunung Kidul, DI Yogyakarta memiliki ritual unik setiap tahunnya. Awalnya, ritual ini  digunakan untuk memprediksi tanda-tanda iklim dan alam, yang digunakan untuk kepentingan pertanian. Namun, entah karena apa, ritual ini  sekarang juga diyakini bisa meramalkan kehidupan sosial politik negeri ini. Ritual  pembukaan Cupu Panjolo ini, selalu menarik perhatian dan dihadiri ribuan orang. Namun demikian pihak trah Panjolo menyatakan tak akan memberikan tafsir apa pun, dan hanya akan membacakan gambar-gambar yang muncul di kain mori pembungkus cupu. 

Upacara pembukaan Cupu Panjolo yang berakhir Rabu (5/10/2011) dini hari lalu menyisakan beragam tafsir bagi peziarah yang datang. Ribuan orang dengan cermat mencatat setiap ucapan juru kunci Cupu Panjolo yang menyampaikan gambar demi gambar yang terdapat pada kain mori pembungkus  tiga cupu.

Acara pembukaan mori dimulai pukul 01.00 hingga 03.00 dinihari. Begitu kain dibuka, muncul gambar pertama yang langsung membuat warga bergidig: “Kidul-kulon, kidul-wetan, ono getih garing (Selatan-barat, selatan-timur, ada darah kering,” teriak Medi Suminarno (71), salah seorang anggota trah Kyai Panjolo yang bertugas membacakan gambar demi gambar yang muncul dari kain mori.

Gambar kedua cukup memunculkan motif gir dan rantai kendaraan. Disusul kemudian dengan gambar-gambar berikutnya mulai dari pistol, kepala raksasa dengan, bercak darah, perempuan telanjang, bocah perempuan membawa parang hingga gambar Gunung Merapi dengan angka 5 diatasnya dan gambar Candi Borobudur.

Masyarakat dibuat sedikit tenang ketika gambar tokoh Gathotkaca muncul. Sementara itu yang tidak kalah menariknya, gambar kuda muncul beberapa kali. Begitu juga dengan kemunculan gambar anjing dan anak ayam.

Peziarah sontak terdiam manakala, Mbah Medi membacakan gambar yang muncul berikutnya. “Kidul-kulon, gambar Durno numpak kewan, mburine ono tapak sikil “, teriak Mbah Medi parau. Teriakan Mbah Medi, kurang lebih memiliki arti demikian; di bagian selatan-barat (barat daya) kain terdapat gambar wayang Durna yang sedang menaiki suatu hewan yang tidak teridentifikasi jenisnya. Dan dibelakang gambar  itu (Durna naik hewan) terdapat gambar telapak kaki. Usai ritual, Mbah Medi mengatakan bahwa gambar Durna telah muncul beberapa kali pada tahun-tahun belakangan ini. Namun pada tahun ini agak berbeda, karena yang muncul gambar “Durna menaiki hewan”. Durno adalah karakter tokoh wayang yang dikenal licik dan suka mengadu domba.

Tak kurang dari 40 gambar muncul dari rangkaian kain mori penutup cupu panjolo, yang kesemuanya telah dibacakan pada malam itu. Ada tiga buah Cupu Panjolo yang dimasukkan dalam satu kotak, yang masing-masing diberi nama berdasarkan urutan dari besar ke kecil. Ketiga nama cupu panjolo itu adalah: Semar Kinandhu , Kalang Kinanthang , dan Kenthi Wiri.

Setelah pembacaan gambar-gambar yang muncul pada kain mori selesai, ritual dilanjutkan dengan mengamati posisi cupu dan kotaknya.  Mengejutkan! Suasana yang semula riuh mendadak jadi hening.  Posisi kotak wadah cupu tersebut, ternyata terguling. Menurut Mbah Medi, hal ini merupakan kejadian aneh. “Selama 60 tahun ritual membuka cupu dilaksanakan, baru terjadi kali ini. Kotaknya berubah posisi, miring dan agak terguling”  Sementara itu,  masyarakat umum memahami bahwa kotak merupakan simbol dari sebuah kesatuan.

Adapun posisi masing-masing cupu juga tak luput dari pengamatan. Cupu Semar Kinandhu dan Kalang Kinanthang, posisinya tetap. Tidak berubah. Sedangkan cupu terkecil, Kenthi Wiri terlihat miring. Perlu diketahui, cupu Semar Kinandhu dan Kalang Kinanthang mewakili simbol kekuasaan, dan Kenthi Wiri mewakili simbol rakyat.

3 responses to this post.

  1. Posted by Riswanto on 5 Januari 2012 at 14:40

    Ya bagus juga ya,? Itu mendakan negara ini akan ancur ,krn pemimpin bermental tempe.tidak tegas,bukannya rizal tapi nisa

    Balas

  2. Hal seperti ini patut kita dalami,,, karena akan merusak akidah kita,,, mudah2an kita di jauhkan dari kesyirikan,,,

    Balas

  3. Posted by Jiems Sarto Wardoyo on 25 September 2012 at 17:16

    untuk buka cupu kiai panjolo tahun ini 2012 yang paling extrim adalah : di sebelah barat terdapat gambar pulau sumatera tapi terbalik.
    dan yang sudah terbukti adalah : di sebelah barat ada gambar gunung, di atas gambar gunung ada gambar angka 2 tapi terbalik, lalu diatas gambar angka 2 ada gambar angka 3 tapi lebih besar. dan ternyata Jokowi yang menang. hehe…selain itu juga disebelah barat ada gambar orang menggunakan jas lengkap dengan sepatu melangkah menghadap ke timur.
    salah satu yang terpenting menurut saya, karna saya asli jogja adalah : Nguru Uri Kabudayan jawi, untuk tetap menjaga keistimewaan Jogjakarta. salam lestarikan kebudayaan untuk NKRI.

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: