Upaya Cut Zahara Fona Untuk Menipu Presiden Soeharto Akhirnya Kandas

Pada masa kekuasaan Presiden Soeharto, sekitar tahun 1970-an, seorang penipu ulung bernama Cut Zahara Fona, dari Aceh memiliki ide jenius. Cut Zahara Fona yang tidak tamat SD dan selalu mengenakan kain batik ini, mengaku bahwa janin yang dikandungnya bisa berbicara dan mengaji. Tentu saja, berita ini langsung menggegerkan masyarakat, terlebih karena mendapat pemberitaan luas di surat kabar dan majalah. Konon pengakuan Cut Zahara Fona ini berhasil mendongkrak tiras sebuah surat kabar terbitan ibukota yang setiap hari memberitakan isu ‘bayi ajaib’ yang dikandung  Cut Zahara Fona.

Masyarakat yang penasaran banyak yang tertaerik dan rela menempelkan kupingnya pada perut Cut Zahara demi untuk dapat mendengar  suara ‘bayi ajaib’ itu ketika berbicara atau mengaji. Fenomena ini tidak hanya menarik perhatian rakyat biasa, bahkan banyak pejabat Negara  yang memercayainya, termasuk Wakil Presiden Adam Malik yang kemudian mengundang Cut Zahara ke Istana Wapres. Hebatnya, Menteri Agama KH Mohamad Dachlan merupakan salah seorang pejabat tinggi yang memercayai hal itu. Bahkan dia menyatakan bahwa Imam Syafi’ie  berada dalam kandungan ibunya selama 3 tahun.

Sepak terjang Cut Zahara Fona dan suaminya semakin menghebohkan, bahkan akhirnya dipertemukan oleh Sekretaris Pengendalian Pembangunan, Bardosono, kepada Presiden Soeharto dan Ibu Tien Soeharto,  di Bandara Kemayoran. Tapi saying, momen ini merupakan babak akhir pasangan suami istri ini dalam melakukan penipuan. Kejelian Ibu Tien Soeharto berhasil membongkar kedok penipuan ini, Cut Zahara selanjutnya digeledah, dan ternyata dibalik kainnya terselip tape recorder ukuran mini. Ternyata dari tape recorder itulah suara “janin mengaji” itu berasal.

11 responses to this post.

  1. wooooow kerreeeeennn….
    hebat tuch penipu.

    Balas

  2. Sekitar tahun 1970-an sudah punya tape recorder mini, hebat. lebih hebat lagi ide penggunaannya.

    Balas

  3. Posted by Ji-Ro on 27 Juli 2011 at 03:31

    Kejelian Ibu Tien Soeharto berhasil membongkar kedok penipuan ini, Cut Zahara selanjutnya digeledah, dan ternyata dibalik kainnya terselip tape recorder ukuran mini. Ternyata dari tape recorder itulah suara “janin mengaji” itu berasal.

    ===> Bukan kejelian ibu Tien tapi Panglima Daerah Kepolisian (sebutan Kapolda waktu itu) Kalimantan Selatan Brigjen Abdul Hamid Swasono yang mengungkap kebohongN ini.

    Baca : Tak Lulus SD Bisa Bodohi Wapres
    (http://www.detiknews.com/index.php/detik.read/tahun/2008/bulan/06/tgl/02/time/121815/idnews/948850/idkanal/10)

    Balas

  4. Posted by punto dewo on 13 September 2011 at 09:49

    mana gambarnya?????

    Balas

  5. Posted by punto dewo on 13 September 2011 at 09:50

    saya kasian sama pak bridjen abdul hamid, si ganteng yg bulu keteknya rimbun dan berbody mantep harus diracun, padahal mendingan di ewe rame rame deh

    Balas

  6. Posted by punto dewo on 13 September 2011 at 09:51

    * Selasa, 13 September 2011

    Find us on: feed rss facebook twitter

    detikcom

    *
    * Home
    * Berita
    * Internasional
    * Kolom
    * Wawancara
    * Lapsus
    * Tokoh
    * Pro Kontra
    * Profil
    * Indeks

    .: Politik | Hukum | Peristiwa | Kriminal | Opini Anda | Info Anda | Forum | Foto | TV :.
    detikNews detikNews
    Senin, 02/06/2008 12:18 WIB
    Penipu Masuk Istana (2)
    Tak Lulus SD Bisa Bodohi Wapres
    Iin Yumiyanti – detikNews

    Jakarta – Raja Idrus dan Ratu Markonah yang sebenarnya hanya tukang becak dan pelacur berhasil membodohi Soekarno. Anehnya, kasus ‘serupa’ kembali terulang di pemerintahan selanjutnya. Di zaman Presiden Soeharto, lagi-lagi penipu kelas kakap berhasil masuk istana. Kalau zaman Soekarno, korbannya Sang Presiden, di zaman Soeharto, Wakil Presiden Adam Malik yang jadi korbannya.

    Penipu kelas kakap di zaman Soeharto bernama Cut Zahara Fona. Perempuan asal Aceh ini tidak lulus SD. Namun ia memiliki ide jenius yang bisa membohongi orang se-Indonesia. Perempuan ini mengklaim janin yang ada di perutnya bisa bicara bahkan mengaji. Kabar aneh itu tentu menggegerkan masyarakat. Orang-orang beramai-ramai menemui Cut Zahara untuk menyaksikan keajaiban tersebut.

    Masyarakat bahkan rela antre untuk menempelkan telinganya ke perut si ibu demi mendengarkan suara sang janin. Ajaib, dari perut itu memang terdengar suara orang bicara, kadang bahkan mengaji Al Quran. Berita aneh itu pun menyebar dan dimuat media massa.

    Sejumlah ulama yang dimintai pendapat tentang keanehan tersebut memberikan pendapat yang cenderung membenarkan berita aneh tersebut. Ulama kelas satu Indonesia umumnya berpendapat, janin dalam perut bisa mengaji merupakan bukti kekuasaan Tuhan. Kun fayakun, bila Tuhan menghendaki apa pun bisa terjadi. Begitu tanggapan para ulama.

    Buya Hamka, pendiri Majelis Ulama Indonesia (MUI), juga memberi pendapat serupa. Padahal Buya sebenarnya meragukan ada janin dalam perut bisa mengaji. “Buya Hamka sebenarnya nggak percaya. Dia cuma memberi reaksi saat ditanya wartawan dengan menyatakan kalau Tuhan menghendaki memang bisa terjadi,” kata sejarahwan UI Anhar Gonggong kepada detikcom.

    Hebatnya, kasus janin bisa ngaji itu sampai dipercayai Wakil Presiden Adam Malik. Pak Wapres era Soeharto itu diyakinkan adiknya jika janin bisa mengaji itu memang benar adanya. Adam Malik lantas mengundang Cut Zahara Fona agar datang ke Istana Wapres.

    Di Istana Wapres inilah, Adam Malik menempelkan kupingnya ke perut Cut Zahara demi mendengar suara si janin. Peristiwa ini pun tidak lepas dari jepretan wartawan. “Ada itu fotonya di Pos Kota dulu tahun 1970-an. Fotonya juga ada di harian Merdeka,” tutur Anhar yang pernah menjabat sebagai Dirjen di Departemen Kebudayaan dan Pariwisata tersebut.

    Data yang bisa dicari di internet yang membahas kasus Cut Zahara, sejumlah orang bercerita Soeharto dan Ibu Negara Soehartinah juga termasuk orang yang mempercayai ada janin bisa mengaji. Soeharto bahkan juga ikut menempelkan kupingnya ke perut perempuan Aceh itu. Namun Anhar Gonggong tidak bisa membenarkan berita tersebut. “Seingat saya tidak ada berita di media massa waktu itu yang memberitakan Pak Harto dan Bu Tien bertemu Cut Zahara. Sepertinya hanya Adam Malik saja korbannya,” jelas Anhar.

    Janin bisa ngaji tidak hanya menggegerkan Indonesia, fenomena ini juga menarik perhatian Perdana Menteri Malaysia Tengku Abdul Rahman Putra waktu itu. Idem dengan Adam Malik, PM Malaysia itu juga percaya janin dalam perut bisa mengaji itu benar adanya. Semua bisa saja terjadi jika Tuhan menghendaki. Bukti yang paling nyata adalah Perawan Maria yang bisa melahirkan bayi Isa. Begitu anggapan yang berkembang kala itu yang umumnya merujuk kasus Cut Zahara dengan mukjizat Perawan Maria.

    Maka saat itu mayoritas masyarakat Indonesia percaya janin di perut Cut Zahara memang benar-benar bisa mengaji. Masyarakat juga tidak sadar dan tidak pernah mempertanyakan umur janin di perut Cut Zahara yang bisa lebih dari satu tahun. Untunglah kemudian ada Kakanwil Kesehatan DKI Dr Herman Susilo yang bersuara berbeda. Dr Herman menyatakan, janin bisa mengaji merupakan hal yang tidak mungkin. Sebab bayi dalam kandungan tidak dapat membuka mulut atau bernafas normal sehingga tidak akan dapat mengeluarkan suara.

    Karena melawan arus, Dr Herman diancam akan dibunuh oleh orang-orang fanatik yang mempercayai bayi dalam perut bisa mengaji. Menghindari ancaman itu dokter Herman lantas bersembunyi. Penelusuran detikcom, dokter Herman yang tinggal di Ciganjur ini meninggal dunia pada tahun 1998. Tapi belakangan terbukti dokter Herman Susilolah yang benar. Bayi ajaib yang bisa membaca Al Quran ketika masih dalam rahim ibunya adalah bohong alias dusta belaka.

    Suara orang mengaji yang terdengar dari perut Cut Zahara ternyata berasal dari tape recorder yang disembunyikan di balik kainnya. Kedok Cut Zahara tersingkap ketika perempuan ini berkunjung ke Banjarmasin. Panglima Daerah Kepolisian (sebutan Kapolda waktu itu) Kalimantan Selatan Brigjen Abdul Hamid Swasono tidak percaya ada janin bisa bicara. “Manusia tidak bisa bicara di dalam air (ketuban),” kata Abdul Hamid waktu itu.

    Kapolda memerintahkan anak buahnya untuk mengungkap kasus itu. Kapolres Banjarmasin ditemani istri dan polwan waktu itu lantas menemui Cut Zahara dan pura-pura ingin mendengarkan suara si janin. Dengan taktik yang jitu, akhirnya si polwan berhasil menyingkap kain Cut Zahara dan menemukan tape recorder di balik kain perempuan itu. Setelah kedoknya terbuka Cut Zahara pun dipenjara. Ia sempat kabur namun berhasil ditangkap kembali.

    Peneliti sejarah LIPI Asvi Warman Adam mengungkapkan, tahun 1970-an teknologi tape recorder masih menjadi barang baru di Indonesia. Kala itu tape recorder kecil yang biasa dipakai wartawan memang belum dikenal oleh masyarakat sehingga masyarakat tidak menaruh curiga pada aksi yang dilakukan Cut Zahara.

    Selain itu, masyarakat pada waktu itu masih sangat religius sehingga gampang percaya hal-hal yang aneh dan ajaib merupakan kehendak Tuhan untuk menunjukkan tanda-tanda kekuasaanya. “Tapi orang sekelas Adam Malik anehnya kok bisa-bisanya percaya,” ujar Asvi sambil terkekeh.

    Menurut data di internet, misalnya yang ditulis di blog ekonomiorangwarasdaninvestasi menyebutkan, setelah kasus Cut Zahra ditangkap, Abdul Hamid Swasono dipensiun dini dari jabatannya dan kemudian meninggal dengan dugaan keracunan. Sejarahwan Anhar Gonggong dan Asvi Warman Adam mengaku tidak tahu soal nasib Abdul Hamid Swasono. “Saya tahunya Cut Zahara ditangkap, selanjutnya tidak ada beritanya lagi,” kata Anhar.

    Sementara itu Adam Malik tetap menjadi wakil presiden. Sedangkan Harmoko yang memimpin Pos Kota seperti kita ketahui kemudian diangkat menjadi Menteri Penerangan oleh Soeharto. (iy/nrl)

    ” Sent from Smartfren Blackberry, Hebat Cepat Hemat ”

    Baca Juga

    * Mafia Peradilan (3)
    Semua Beres Kalau Ada Uangnya
    * Mafia Peradilan (2)
    Sogok Rp 10 Juta Masih Tak Mempan
    * Mafia Peradilan (1)
    Vonis Tergantung Makan Malam

    Komentar 6 Komentar
    Disclamer Kirim Komentar Lihat Semua Komentar

    *
    anak yogya undefined undefined undefined WIB
    Akhirnya sang dokter juga sing tenan. ora percaya sih……….sok ngancem-ngancem.fanatik sih bisa tapi jangan jadi orang bodoh yang gampang dikibulin.Hidup Pak dokter……….
    *
    Aryadi undefined undefined undefined WIB
    Yang jelas, saat itu dilarang membuat malu pejabat di depan rakyat. Kalau pun pejabat bertindak bodoh, maka ke-bodoh-annya itu dibuat samar dan tidak usah dibahas secara berkepanjangan. Orang yang bikin malu pejabat tsb maka harus ditindak walaupun dia berada pada posisi yang benar. … mudah-mudahan saat ini Indonesia tidak seperti itu lagi
    *
    Mr. Jadul undefined undefined undefined WIB
    Klarifikasi saja. Adam Malik waktu itu belum jadi Wapres ya. Mungkin beliau waktu itu menjabat Menlu. Boleh jadi waktu itu belum ada yang menjabat Wapres(?), kalaupun ada pastinya Sri Sultan Hamengkubuwono IX.

    Klik disini untuk berkomentar menggunakan account anda :
    Facebook Login Twitter Login detikID Login

    Forum News Register | Login

    * KPK Jadwalkan Pemanggilan Angie dan Koster
    * Yusril Dukung Antasari Dibebaskan
    * Lantaran Ditolak Rujuk, Suami Tega Tusuk Istri

    Blog Detik Register | Login

    * Belajar Menulis
    * “Nyanyian” Nazar ?? Udah ga “Merdu”…
    * 10 Ciri Instansi Pemerintah Korup …

    Follow us @detikcom

    Redaksi: redaksi[at]staff.detik.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi Elin Ultantina di iklan[at]detiknews.com,
    telepon 021-7941177 (ext.524).
    Berita Terbaru Indeks Berita

    * Selasa, 13/09/2011 16:34 WIB
    BMKG Diminta Sosialisasikan Perubahan Cuaca Ekstrem
    * Selasa, 13/09/2011 16:33 WIB
    Polisi Sebaiknya Tindak Dangdut Erotis
    * Selasa, 13/09/2011 16:24 WIB
    Cegah Rusuh Susulan, Polri Razia Setiap Orang yang Masuk ke Ambon
    * Selasa, 13/09/2011 16:24 WIB
    Istana Imbau Masyarakat Tidak Terhasut SMS Provokatif di Ambon
    * Selasa, 13/09/2011 16:23 WIB
    Pengusaha Kuliner di Tangerang 2 Kali Perkosa Karyawatinya

    Most Popular Most Commented

    * Selasa 13/09/2011 15:46 WIB
    Istana Pantau Proses Gugatan Cerai Menteri Suharso
    * Selasa 13/09/2011 15:15 WIB
    Goyang Erotis Lina Geboy Tergantung Pesanan Penyewa
    * Selasa 13/09/2011 14:26 WIB
    Menteri Perumahan Rakyat Digugat Cerai Istrinya

    * Kamis, 08/09/2011 12:05 WIB
    Perlu Ruang Bercinta di LP
    * Selasa, 06/09/2011 11:12 WIB
    Gelar Doctor HC UI pada Raja Saudi Sah
    * Rabu, 07/09/2011 06:55 WIB
    Emosi Suporter Tak Harus Dibalas Emosi oleh SBY

    Lapsus Index

    * Gb Senin, 12/09/2011 13:03 WIB
    Trah Ratu Atut Merayah Dana Hibah
    Ratu Atut Lebih Kaya dari SBY
    * Gb Senin, 12/09/2011 12:24 WIB
    Trah Ratu Atut Rayahan Dana Hibah
    Habiskan Ratusan Miliar Masih Minta Nambah

    Wawancara Tokoh Kolom

    * Gb Senin, 12/09/2011 15:22 WIB
    Djoko: SBY Minta Hal Kecil Jangan Sampai Meluas

    * Gb Senin, 12/09/2011 17:24 WIB
    Yingluck, Perempuan Berkuasa dari Thailand

    * Gb Rabu, 26/01/2011 09:12 WIB
    Yuk, Ikut Seminar Online Media di 7 Kota

    detiktravel Penerbangan Hotel
    Cari Penawaran Terbaik di Sini
    Bali, IndonesiaYogyakarta, IndonesiaMedan, IndonesiaSurabaya, IndonesiaJakarta, IndonesiaBatam, IndonesiaPadang, IndonesiaBalikpapan, IndonesiaSemarang, IndonesiaPontianak, IndonesiaManado, IndonesiaPekanbaru, IndonesiaPalembang, IndonesiaBanjarmasin, IndonesiaMataram (Lombok), IndonesiaSurabaya, IndonesiaMalang, IndonesiaJayapura, IndonesiaBandar Lampung, IndonesiaSingapore, SingaporeKuala Lumpur, MalaysiaHong Kong, ChinaBangkok, ThailandSydney, NSW, AustraliaPhuket, ThailandMelbourne, VIC, AustraliaAmsterdam, NetherlandsGuangzhou, ChinaTokyo, JapanPenang, MalaysiaLondon, United KingdomHo Chi Minh City, VietnamPerth, WA, AustraliaMacau, ChinaSeoul, South KoreaMetro Manila, PhilippinesShanghai, ChinaBeijing, ChinaLos Angeles, CA, United StatesFrankfurt, GermanyTaipei, TaiwanDubai, United Arab EmiratesJeddah, Saudi ArabiaParis, FranceIstanbul, TurkeyNagoya, JapanFukuoka, JapanVancouver, CanadaAuckland, New ZealandBrisbane, QLD, AustraliaHanoi, VietnamMadrid, SpainSan Francisco, CA, United StatesRome, ItalyNew Delhi, IndiaOsaka, JapanNew York City, NY, United StatesCairo, EgyptSiem Reap, CambodiaShenzhen, ChinaPhnom Penh, CambodiaBerlin, GermanyKota Kinabalu, MalaysiaMumbai (Bombay), IndiaMunich, GermanyBandar Seri Begawan, BruneiAbu Dhabi, United Arab EmiratesZurich, SwitzerlandDarwin, NT, AustraliaCebu, PhilippinesHamburg, GermanyKuching, MalaysiaBarcelona, SpainGeneva, SwitzerlandAdelaide, SA, AustraliaVienna, AustriaKoh Samui, ThailandDoha, QatarJohor Bahru, MalaysiaXiamen, ChinaMale, MaldivesMilan, ItalyLangkawi, MalaysiaBrussels, BelgiumSidney, MT, United StatesKathmandu, NepalHiroshima, JapanTashkent, UzbekistanHouston, TX, United StatesWellington, New ZealandTrondheim, NorwayJohannesburg, South AfricaChennai, IndiaToronto, CanadaBahrain, BahrainAthens, GreeceManchester, United KingdomTunis, TunisiaHonolulu, HI, United StatesTianjin, ChinaLas Vegas, NV, United StatesBangalore, IndiaHangzhou, ChinaHarbin, ChinaRiyadh, Saudi ArabiaNadi, FijiAnkara, TurkeyMoscow, RussiaNha Trang, VietnamGold Coast, QLD, AustraliaWarsaw, PolandLisbon, PortugalOslo, NorwayCopenhagen, DenmarkChristchurch, New ZealandBintulu, MalaysiaBora Bora, French PolynesiaTaitung, TaiwanDavao, PhilippinesChiang Mai, ThailandPrague, Czech RepublicColombo, Sri LankaChicago, IL, United StatesSeattle, WA, United StatesXuzhou, ChinaKaohsiung, TaiwanSao Tome Island, Sao Tome And PrincipeYaounde, CameroonWashington, DC, United StatesOkayama, JapanAtlanta, GA, United StatesBirmingham, United KingdomJeju, South KoreaLa Coruna, SpainCape Town, South AfricaCairns, QLD, AustraliaNanning, ChinaCasablanca, MoroccoGeelong, VIC, AustraliaPort Moresby, Papua New GuineaDusseldorf, GermanyKrabi, ThailandBoston, MA, United StatesTaichung, TaiwanBusan, South KoreaKarachi, PakistanOrlando, FL, United States
    Rancang Perjalananmu di Sini
    Bali, IndonesiaYogyakarta, IndonesiaMedan, IndonesiaSurabaya, IndonesiaJakarta, IndonesiaBatam, IndonesiaPadang, IndonesiaBalikpapan, IndonesiaSemarang, IndonesiaPontianak, IndonesiaManado, IndonesiaPekanbaru, IndonesiaPalembang, IndonesiaBanjarmasin, IndonesiaMataram (Lombok), IndonesiaSurabaya, IndonesiaMalang, IndonesiaJayapura, IndonesiaBandar Lampung, IndonesiaUjung Pandang, IndonesiaPangkalpinang, IndonesiaJambi, IndonesiaKupang, IndonesiaSingapore, SingaporeKuala Lumpur, MalaysiaHong Kong, ChinaBangkok, ThailandSydney, NSW, AustraliaPhuket, ThailandMelbourne, VIC, AustraliaAmsterdam, NetherlandsTokyo Narita Apt, JapanGuangzhou, ChinaTokyo, JapanPenang, MalaysiaLondon, United KingdomHo Chi Minh City, VietnamPerth, WA, AustraliaMacau, ChinaSeoul, South KoreaMetro Manila, PhilippinesShanghai, ChinaBeijing, ChinaLos Angeles, CA, United StatesSeoul Incheon International Airport, South KoreaFrankfurt, GermanyTaipei, TaiwanDubai, United Arab EmiratesJeddah, Saudi ArabiaLondon Heathrow Apt, United KingdomParis, FranceIstanbul, TurkeyNagoya, JapanFukuoka, JapanVancouver, CanadaAuckland, New ZealandParis Charles de Gaulle Apt, FranceBrisbane, QLD, AustraliaOsaka Kansai International Airport, JapanHanoi, VietnamMadrid, SpainDili, Timor LesteSan Francisco, CA, United StatesRome, ItalyNew Delhi, IndiaOsaka, JapanBeijing Capital Apt, ChinaShanghai Pudong International Apt, ChinaErbil, IraqBangkok Don Mueang International Arpt, ThailandNew York City, NY, United StatesCairo, EgyptRome Fiumicino Apt, ItalySiem Reap, CambodiaTokyo Haneda Apt, JapanShenzhen, ChinaPhnom Penh, CambodiaBerlin, GermanyKota Kinabalu, MalaysiaMumbai (Bombay), IndiaMunich, GermanyBandar Seri Begawan, BruneiAbu Dhabi, United Arab EmiratesZurich, SwitzerlandNew York J F Kennedy International Apt, NY, United StatesDarwin, NT, AustraliaCebu, PhilippinesHamburg, GermanyKuching, MalaysiaBarcelona, SpainKuala Lumpur Sultan Abdul Aziz Shah Apt, MalaysiaGeneva, SwitzerlandAdelaide, SA, AustraliaVienna, AustriaKoh Samui, ThailandDoha, QatarJohor Bahru, MalaysiaXiamen, ChinaHouston George Bush Intercontinental Ap, TX, United StatesMale, MaldivesMilan, ItalyMilan Malpensa Apt, ItalyLangkawi, MalaysiaToronto Lester B Pearson Intl Apt, ON, CanadaBrussels, BelgiumSidney, MT, United StatesKathmandu, NepalHiroshima, JapanTashkent, UzbekistanHouston, TX, United StatesWellington, New ZealandTrondheim, NorwayJohannesburg, South AfricaChennai, IndiaToronto, CanadaBahrain, BahrainAthens, GreeceNewark Liberty International Apt, NJ, United StatesManchester, United KingdomTunis, TunisiaHonolulu, HI, United StatesTianjin, ChinaLas Vegas, NV, United StatesSingapore Seletar Apt, SingaporeBangalore, IndiaHangzhou, ChinaHarbin, ChinaRiyadh, Saudi ArabiaNadi, FijiAnkara, TurkeyMoscow, RussiaNha Trang, VietnamGold Coast, QLD, AustraliaWarsaw, PolandLisbon, PortugalOslo, NorwayCopenhagen, DenmarkChristchurch, New ZealandBintulu, MalaysiaBora Bora, French PolynesiaTaitung, TaiwanDavao, PhilippinesChiang Mai, ThailandDallas/Fort Worth, TX, United States (DFW), All AirportsPrague, Czech RepublicDhaka (Dacca), BangladeshColombo, Sri LankaChicago, IL, United StatesSeattle, WA, United StatesXuzhou, ChinaKaohsiung, TaiwanSao Tome Island, Sao Tome And PrincipeYaounde, CameroonWashington, DC, United StatesSeoul Gimpo International Airport, South KoreaOkayama, JapanAtlanta, GA, United StatesBirmingham, United KingdomJeju, South KoreaLa Coruna, SpainMalakal, SudanCape Town, South AfricaCairns, QLD, AustraliaNanning, ChinaWashington Dulles International Apt, DC, United StatesCasablanca, MoroccoGeelong, VIC, AustraliaPort Moresby, Papua New GuineaDusseldorf, GermanyKrabi, ThailandBoston, MA, United StatesTaichung, TaiwanBusan, South KoreaKarachi, PakistanOrlando, FL, United States
    Info Promosi Travel

    *
    Decumani Hotel De Charme
    splendia.com
    Rp 950.000
    *
    Sunrise On The Bund Shanghai (5 star)
    sinohotel.com
    Rp 848.000

    .: Home | Berita | Internasional | Kolom | Wawancara | Lapsus | Tokoh | Pro Kontra | Profil | Indeks :.
    .: detikcom | detikNews | detikFinance | detikHot | detikI-net | detikSport | detikFood | Sepakbola | detikFoto | detikTV | detikSurabaya | detikBandung :.
    .: detikForum | Suara Pembaca | Surat dari Buncit | Makan Enak (MEOK) | INfo Iklan | Sindikasi :.
    Copyright © 2011 detikcom, All Rights Reserved | Redaksi | Karir | Kotak Pos | Info Iklan | Disclaimer

    Balas

  7. Posted by tiyo on 17 Januari 2012 at 00:52

    Buaya kok mau dikadalin.. Ya gak kena layauuw

    Balas

  8. […] para diktator ceria diambil dari: sini dan sini. Share this:TwitterFacebookLike this:LikeBe the first to like this post. This entry was […]

    Balas

  9. Posted by Ruddy on 10 Maret 2016 at 18:23

    Kejadiannya thn 1971, Adam Malik msh menjabat Menlu R.I bukan Wapres. Brigjen AH Swasono Pandak XIII KalSel bukan yg menangkapkap Cut Zahara Fona, tetapi DanRes Banjarmasin beserta jajarannya, termasuk menangkap kembali Cut ZF yg melarikan diri dari Sel Tahanan Kopkamtib Daerah Kalsel, saking malunya Pangdam mengadakan sayembara akan memberikan Rp. 100.000,oo bagi ygdpt menangkap Cut ZF. Semua media cetak dan radio nasional gencar memberitakan, tdk hanya Pos Kota jd tdk perlu tendensius dan menganalogi Harmoko menjd Menteri Penerangan krn kasus bayi ajaib. Saya termasuk saksi hidup kejadian itu di Banjarmasin.

    Balas

  10. Posted by Ruddy on 10 Maret 2016 at 18:24

    Kejadiannya thn 1971, Adam Malik msh menjabat Menlu R.I bukan Wapres. Brigjen AH Swasono Pandak XIII KalSel bukan yg menangkapkap Cut Zahara Fona, tetapi DanRes Banjarmasin beserta jajarannya, termasuk menangkap kembali Cut ZF yg melarikan diri dari Sel Tahanan Kopkamtib Daerah Kalsel, saking malunya Pangdam mengadakan sayembara akan memberikan Rp. 100.000,oo bagi ygdpt menangkap Cut ZF. Semua media cetak dan radio nasional gencar memberitakan, tdk hanya Pos Kota jd tdk perlu tendensius dan menganalogi Harmoko menjd Menteri Penerangan krn kasus bayi ajaib. Saya termasuk saksi hidup kejadian itu di Banjarmasin.

    Selengkapnya : http://m.kompasiana.com/petaniindo/bayi-yang-bisa-bicara_550a126ba33311484b2e3b66

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: