CROP CIRCLE: Antara Karya Seni dan Imajinasi Alien(asi)

Pertanyaan pertama yang mungkin harus kita ajukan, sejak kapan pola geometris yang disebut dengan “crop Circle” dianggap sebagai bekas tempat pendaratan pesawat ruang angkasa (UFO)? Seberapa canggih teknologi alien, hingga bisa membuat alat transportasi luar biasa yang tidak meninggalkan residu kimia?

Kita mungkin memiliki  kecenderungan untuk menjelaskan hal-hal tertentu secara manipulatif. Ada beberapa sebab yang melatari kecenderungan ini. Pertama karena keterbatasan pengetahuan kita. Kedua karena kesengajaan untuk menutupi suatu realita tertentu. Sosiolog Jerman, Mark Horkheimer, melalui teori kritisnya sudah mencoba membedah dilema rasionalitas.

Menurutnya, setiap rasionalisasi selalu mengandung faktor irasional dibalik selubungnya. Mari kita cermati bersama, ketika orang-orang mencoba mempertanyakan “siapa yang membuat crop circle?” Masyarakat yang gemar akan sensasi secara serempak menjawab; UFO sebagai biang keladinya. Sekalipun jawaban ini tidak didasarkan pada basis argumentasi yang rasional, namun anehnya masyarakat menolak jawaban bahwa crop circle adalah buatan manusia. Alasannya, karena manusia tidak mungkin dapat membuat pola tersebut dalam waktu singkat.

Setiap manusia mempunyai imajinasi, dan setiap manusia memiliki kecenderungan agar imajinasinya bisa menjadi nyata. Jadi misalnya, ketika manusia memiliki imajinasi kuat tentang UFO maka dia akan menggunakan berbagai cara untuk membuktikan bahwa imajinasinya itu nyata.

Salah satu caranya adalah dengan menjadikan sesuatu yang sulit untuk dijelaskan oleh akal sehatnya, untuk dijelaskan melalui konsep imajinernya. Atau setidak-tidaknya mengamini konsep imajiner orang lain yang sebangun dengan imajinasinya.

Baginya tidak penting, apakah konsep imajiner itu bertentangan dengan realitas yang ada. Karena yang terpenting adalah adanya pemuasan terhadap bangunan imajinasi yang dia miliki.

Berkait dengan fenomena crop circle, bantahan paling kuat yang diajukan adalah: tidak mungkin manusia bisa membuat pola simetris sesempurna itu dalam bidang yang luas dan dalam waktu yang relatif cepat. Tanpa menjelaskan faktor-faktor apa saja yang bisa  menegaskan ketidak mungkinan itu?

Namun ironisnya, mereka juga tidak bisa menjelaskan bagaimana caranya makhluk alien dengan pesawatnya yang besar datang ke bumi tanpa bisa diketahui oleh seorang manusia pun. Padahal di bumi ini terdapat bermilyar-milyar manusia.

Ketika akal sehat sudah dijadikan tameng untuk menolak penjelasan, yang ada adalah manipulasi. Padahal bisa jadi fenomena crop circle di Sleman ini adalah salah satu alat untuk mengalihkan perhatian masyarakat dari kondisi dan persoalan besar yang sedang dihadapi bangsa ini.

2 responses to this post.

  1. logika manusia belum bisa sampai ke sana

    5 Penyebab Fenomena Crop Circle

    Balas

  2. Posted by ekojuli on 25 Januari 2011 at 11:09

    ckckc ooo begitu to.. (angguk angguk)

    ayo sambil2 buka2 disini
    capa taw nemu yang dicari>>>

    http://idekonyol.wordpress.com/

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: