Kerawanan Pilkada (1)

Pada tahun ini lebih dari 200 Daerah tingkat II di Indonesia akan melaksanakan pesta akbar untuk menentukan Kepala Daerah. Selain diminati oleh para politisi, pesta ini juga memicu minat pengusaha, mantan birokrat, dan artis untuk mengadu peruntungan dan berlaga dalam pesta akbar ini.

Perhelatan ini menyebabkan suhu politik diberbagai daerah mulai menggeliat naik. Partai politik ramai-ramai berkonsolidasi. Bahkan partai politik gurem yang tinggal papan nama pun, tak ketinggalan mulai merapatkan barisan. Ini adalah momen penting yang mereka tunggu, untuk menjual tiket bagi para kandidat yang hendak pergi bertarung. Bertarung untuk mendapatkan kursi tertinggi sebagai Kepala Daerah.

Selain menggairahkan partai politik, perhelatan ini juga disambut sukacita oleh para aktivis LSM dan Ormas. Kelompok ini menyediakan dirinya sebagai operator politik  lapangan bagi kandidat yang akan melenggang melalui jalur independen. Mereka bekerja sedari awal dengan mencari KTP dukungan hingga menyiapkan saksi.

Tak ketinggalan, orang-orang yang dianggap sebagai tokoh masyarakat pada tingkatan desa bahkan dusun, bisa tersenyum bangga. Karena mendadak disambangi “orang-orang penting” yang akan berlaga dalam bursa pilkada ini. Selain bertamu untuk silaturahmi meminta dukungan, “orang-orang penting” ini biasanya juga membawa oleh-oleh berupa uang tunai atau barang lain.

Dan yang tidak kalah menariknya, adalah kehadiran kelompok petualang politik lokal yang menjajakan “massa” kepada para kandidat. Bahkan sebagaimana layaknya Event Organizer, kelompok ini bisa mendesain pertemuan konsolidasi dengan melibatkan ratusan massa —yang tentunya harus dibayar per kepala oleh kandidat.

Pengusaha konveksi, percetakan, digital printing, tukang sablon, media massa, hingga tukang pasang alat peraga kampanye, tak urung juga kecipratan rejeki dari perhelatan ini. Ruang-ruang kota selanjutnya dihiasi dengan gambar-gambar para kandidat dalam berbagai pose dan pesan. Demikianlah hiruk pikuk pilkada 2010 ini terjadi di berbagai daerah.

Namun demikian, ada satu persoalan yang patut kita cermati berkaitan dengan perhelatan akbar ini. Yaitu faktor kerawanan, yang memungkinkan terjadinya kecurangan dalam pelaksanaan pilkada.

One response to this post.

  1. mungkin bisa membantu acara kampanye PILKADA : Snada, single terbaru dan PILKADA bit.ly/1IxTDNo

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: