Perkembangan Bahasa Bayi 0 – 2 Tahun

Komunikasi dapat dilakukan dalam berbagai bentuk bahasa misalnya lisan, tulisan, isyarat tangan, ungkapan musik dan sebagainya. Dalam komunikasi orang harus mampu mengerti apa yang disampaikan orang lain (fungsi reseptif) dan mampu mengutarakan pikiran dan perasaannya kepada orang lain (fungsi ekspresif).
• Ada kesenjangan fungsi reseptif dan ekspresif. Kemampuan mengerti apa yang disampaikan orang lain sudah mulai berkembang pada tahun pertama masa bayi. Sedangkan kemampuan mengutarakan pikiran atau perasaan baru berkembang kemudian.
• Ekspresi muka pembicara, nada suara dan isyarat-isyarat tangan membantu bayi untuk mengerti apa yang dikatakan padanya. Pada usia 3 bulan, bayi sudah mengerti ungkapan rasa marah, takut dan senang.
• Pada usia 6 bulan, sebagian besar bayi bisa mengucapkan “na-na, ma-ma, da-da, ta-ta” (babling).
• Pada usia 12 – 18 bulan, bayi sudah mengerti kata-kata sederhana yang merujuk pada ibu-bapak, makanan, mainan, bagian-bagian binatang dan lain sebagainya.
• Pada usia 18 bulan bayi memasuki tahapan dua kata yaitu sudah mulai mampu mengucapkan dua kata tetapi masih terpotong, misalnya mama …gi (mama pergi). Tahapan dua kata ini terdiri atas open class word (dalam contoh diatas terdapat pada kata mama), dan pivot word (dalam contoh terdapat pada kata …gi). Open class word biasanya merupakan kata-kata yang lebih dulu dikenal, adapun pivot word adalah kata yang diperoleh kemudian.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: