Perkembangan dan Pertumbuhan Anak

Persoalan mengenai perkembangan dan pertumbuhan anak, termasuk didalamnya bayi, selalu menjadi topik menarik untuk dikaji dan dieksplorasi. Dewasa ini banyak orang tua yang mulai menaruh perhatian besar terhadap fase-fase perkembangan dan pertumbuhan buah hati mereka. Semakin besarnya perhatian orang tua kepada permasalahan ini, tidak dapat dipisahkan dari semakin besarnya harapan orang tua untuk dapat memberikan yang terbaik bagi buah hati mereka.
Namun demikian, sebelum kita melangkah lebih jauh, ada baiknya bagi kita untuk menyamakan persepsi terlebih dahulu terhadap pengertian perkembangan (development) dan pertumbuhan (growth) anak. Istilah perkembangan, disepakati oleh pakar psikologi anak sebagai peningkatan kemampuan anak pada dimensi psikis, yang meliputi perbedaan, kompleksitas dalam berorganisasi, serta pencapaian suatu prestasi yang biasanya mendapat pengaruh dari lingkungan di luar dirinya. Sedangkan Pertumbuhan diberi pengertian sebagai peningkatan bentuk dan ukuran sel serta tubuh secara fisik.
Masa yang paling penting pada anak adalah masa perkembangan, karena pada masa ini anak banyak mempelajari berbagai hal yang terserap dalam otaknya. Ketika seorang anak masih berujud bayi dalam kandungan, dia memperoleh segala hal , khususnya asupan gizi secara keseluruhan dari ibunya. Ia mendapatkan perlindungan secara fisik dalam plasenta ibunya. Dalam hal ini psikis seorang ibu biasanya turut berpengaruh terhadap perkembangan janin.
Selanjutnya faktor lingkungan juga memberi kontribusi besar yang akan sangat mempengaruhi tumbuh kembang anak, setelah dia dilahirkan. Faktor lingkungan ini terbagi menjadi dua, yaitu;
• Lingkungan Fisik
Adalah suatu lingkungan atau keadaan sekitar yang turut mempengaruhi perkembangan anak setelah ia lahir ke dunia. Misal apakah seorang anak hidup dalam lingkungan yang keras, aman, gersang, polusi, dan lain sebagainya. .
• Lingkungan Sosial
Hubungan kasih sayang dalam lingkungan sosial anak merupakan hal penting untuk diperhatikan. Orang terdekat yang paling dikenal anak dalam berkomunikasi adalah ibunya. Seorang anak akan langsung merekam apa yang dirasakan dari pengasuhnya sedari dia kecil. Dia akan merasakan apakah pengasuhnya atau ibunya penuh kasih sayang, sensitif, emosional, atau ringan tangan.
Hampir setiap orang tua akan mencoba memberikan lingkungan fisik dan sosial terbaik yang bisa mereka berikan pada anaknya. Sayangnya, sekalipun demikian, secara tidak disadari orang tua justru sering melakukan kesalahan. Persoalan ini menarik minat filsuf Yunani, Aristoteles, untuk juga memberikan pemikirannya. Menurutnya, perbedaan pengasuhan anak merupakan kunci pokok yang menyebabkan timbulnya sifat individualitas pada anak. Selain itu, Aristoteles juga mengatakan bahwa yang jadi masalah hingga saat ini, orang tua masih berperan sebagai “pemilik” anak, hingga apapun kehendak anak harus dikonsultasikan dulu pada orang tua untuk mendapat persetujuan.
Konsekuensinya, anak secara umum tidak diperkenankan untuk berkembang sendiri secara alamiah, namun berkembang dalam proses-proses yang sudah direncanakan oleh orang tua. Kebanyakan orang tua menginginkan agar anak-anaknya tumbuh dan berkembang dalam kerangka bingkai yang telah mereka rencanakan, bentuk dan kehendaki. Implikasi dari kecenderungan orang tua yang seperti ini, akan mendorong tumbuhnya inisiatif dan kemandirian anak secara kurang optimal.
Permasalahan seperti ini juga melatari kegelisahan Plato. Dia lalu berusaha untuk memperjuangkan dan berargumentasi agar anak berani memiliki self-control yang tidak merusak sifat individualitas dan inisiatifnya. Sebab terdapat banyak faktor yang bisa merubah apa-apa yang telah direncanakan orang tua untuk anaknya.
Perubahan rencana ini bisa saja terjadi secara koronologis, namun bisa juga terjadi dengan serta merta tanpa dapat diduga sebelumnya. Secara kronologis mungkin bisa berkaitan dengan semakin berkurangnya kemampuan ekonomi orang tua, karena berbagai sebab. Sedangkan secara serta merta tanpa bisa diduga, terjadi karena adanya peperangan, kecelakaan, bencana alam, krisis sosial, wabah penyakit dan lain sebagainya.
Berdasar ilustrasi mengenai tumbuh kembang anak dan kecenderungan sikap orang tua dalam pola asuh anak seperti di atas, maka dirasa perlu untuk dapat memberikan informasi yang memadai bagi para orang tua. Sebab apapun yang terjadi dalam pola asuh anak, akan membawa pengaruh besar bagi perkembangan anak pada taraf selanjutnya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: