Pameran Orasi Tritura: Oase Pelukis Muda Yogyakarta

Sumber: www.AnneAhira.com

Bisa dilibatkan dalam suatu pameran, merupakan obsesi banyak pelukis muda. Karena dengan mengikuti pameran, maka karyanya bisa disosialisasikan kepada masyarakat, selain itu masukan atau kritikan dari para kurator juga bisa didapat untuk makin mematangkan kreatifitasnya.

Namun, keberadaan pameran yang khusus diperuntukkan bagi pelukis muda sangat jarang dilakukan. Kebanyakan pameran dimaksudkan untuk jadi media jual beli lukisan, dengan sendirinya lukisan yang dipamerkan biasanya hasil karya pelukis-pelukis yang sudah memiliki nama.

Memang tidak dapat dipungkiri bahwa untuk menyelenggarakan suatu pameran lukisan memerlukan biaya besar. Karena pertimbangan itulah maka kebanyakan pameran hanya memajang lukisan karya pelukis yang sudah punya nama, agar bisa terjadi transaksi.

Kecenderungan yang demikian, membuat keberadaan pelukis muda semakin terpojok.

Melihat fenomena ini, Ruang Seni Ars Longa mencoba memfasilitasi pelukis muda Yogyakarta, dengan membuat pameran secara regular. Perlu diingat bahwa Yogyakarta sejak zaman dulu hingga sekarang merupakan gudangnya pelukis.

Nama-nama besar seperti Affandi, Sapto Hudoyo, Edi Sunarso, Amri Yahya, Joko Pekik, dan lain sebagainya memiliki akar sejarah kreatifitas yang kuat dengan kota ini.

Ars Longa bukan hanya memfasilitasi pameran lukisan, tetapi juga memberi ruang bagi seniman muda lain yang berkeinginan untuk mengekspresikan kreatifitas seninya dalam bentuk seni instalasi atau performance art.

Beberapa waktu lalu Ars Longa juga menggelar pameran bertajuk ORASI dengan melibatkan kelompok pelukis muda yang menamakan dirinya dengan Tritura (Tiga Tuntutan Rasa)

Pameran Orasi Tritura

Gebrakan yang dilakukan Ars Longa tidak tanggung-tanggung, untuk pamerannya kali ini mereka menghadirkan Arahmaiani seorang kurator dan kritikus seni rupa kondang yang memiliki pengalaman internasional.

Rasanya agak janggal, pameran pelukis muda dikritisi oleh seorang kurator besar. Namun, itulah yang dilakukan Ars Longa agar para pelukis muda bisa mendapatkan masukan dari seseorang yang memang benar-benar memiliki kapasitas.

Dalam pameran kali ini, kelompok Tritura mencoba menyorot keberadaan produk-produk seni yang lahir karena dorongan rekayasa kemauan pasar, dan semakin jauh dari realitas kehidupan.

Selanjutnya Tritura mencoba menawarkan konsep dan sistem produksi alternatif yang memiliki nilai estetis, ideology dan propaganda tinggi.

Coba kita tengok karya Sumarwan, mahasiswa ISI yang juga vokalis kelompok music underground Gastavo ini. Di atas kanvas berukuran 120 x 150 cm, Sumarwan menuangkan idenya dengan balutan dominasi warna merah.

Bagian atas kanvas dilukisan tiga buah awan yang dibalut bendera Amerika, Inggris dan beberapa Negara Eropa lainnya. Masing-masing awan ditumbuhi pohon yang akarnya menjuntai hingga ke bawah dan diperebutkan oleh banyak orang. Bahkan ada di antaranya yang mencoba memanjat akar untuk dapat mencapai awan.

Lukisan ini diberi judul “Mari Bung Rebut Kembali”, kata-kata yang mengingatkan pada semboyan pejuang kita dulu ketika mencoba menegakkan kemerdekaan. 

Inilah kritikan satire Sumarwan, terhadap realitas yang sebenarnya, bahwa kita belum sepenuhnya merdeka. Karena aset-aset strategis bangsa masih dikuasai oleh pihak asing.

Boleh juga kita cermati karya Sahanudin Hamzah alias Hamzrut. Pada kanvas, dia melukis lima tangkai bunga berwarna ungu yang masing tangkainya dirantai dengan rantai betulan. Sebuah karya kombinasi (media mix) antara seni instalasi dengan lukis.   

Hamzrut lantas memasang judul “Controlled Growth” untuk menceritakan realitas tunas-tunas muda yang tidak bisa tumbuh optimum dan wajar, karena terpasung oleh berbagai kondisi sosial.

Selain dua seniman lukis di atas, Pameran Orasi Tritura ini juga melibatkan seniman muda lain seperti, Irwan Guntarto, Iskandar Sy, Duvrart Angelo, Sriyadi Srinthil, dan Satria Nur.

2 responses to this post.

  1. Posted by putri on 1 Januari 2011 at 07:13

    jarang nie ada pameran seni rupa kayak gini sukses deh bwt temen2 seniman seniwati yg terlibat

    Balas

  2. Posted by widi sumarwan on 1 Januari 2011 at 12:03

    exist terus bwt kawan2 tritura

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: