Mencari Mutiara Kehidupan Perkawinan

Sumber: www.AnneAhira.com

Tidak selamanya perkawinan akan berjalan mulus. Ada kalanya dia harus dilalui dengan berat karena beban persoalan yang sedemikian besar.

Yang membuat perkawinan tidak berbahagia, bukan selalu karena ketidakhadiran cinta, tapi seringkali karena tiadanya persahabatan…”,

demikian ungkap Friedrich Nietzsche seorang filsuf eksistensialisme asal Jerman.

Beban persoalan akan terasa ringan ketika kita bisa membaginya dengan seorang sahabat. Karena sahabat adalah seseorang yang dengan senang hati akan selalu berusaha memahami persoalan kita dan senantiasa mencoba untuk membantu memberi jalan keluarnya.

Maka, andaikata kita bisa bersahabat dengan pasangan kita, pastilah persoalan itu akan terasa ringan. Perkataan bijak dan menyenangkan dari seorang sahabat, akan menjadi mutiara kehidupan kita yang paling berharga.

Biasanya persahabatan diawali dari pujian”, demikian kata Peter M Brown. Mungkin perkataan ini tidak sepenuhnya tepat. Namun, tidak ada ruginya bagi kita untuk mencoba menimbang, seberapa sering kita memberI pujian, permintaan maaf, dan ucapan terima kasih kepada pasangan kita?

Pujian adalah kata-kata menyenangkan yang bisa kita dapatkan secara gratis. Lalu, apa beratnya untuk memberi pujian pada pasangan kita, andaikata benar kita ingin menjadi mutiara kehidupan baginya.

Boleh jadi kita menganggap itu tidak perlu, karena kita sudah hidup lama dengannya dan sudah saling memahami satu sama lain. Anggapan ini keliru, sebab perkawinan bukanlah sekadar suatu komitmen yang mekanis.

Perkawinan adalah buah dari kompromi antara dua aspek emosional yang dinamis dan egois, karenanya perkawinan memerlukan perawatan khusus nan istimewa.

Jadikan perkawinan sebagai mutiara kehidupan, bukan kerikil kehidupan. Sebagaimana mutiara yang mencerminkan kehalusan dan indah kemilau, begitu jugalah sebaiknya pilihan kata-kata yang kita gunakan dalam berkomunikasi dengan pasangan kita.

Jangan gunakan kata-kata kasar yang suram seperi kerikil.  Karena menurut Lao Tze, “Kebaikan lewat kata-kata akan membentuk kepercayaan diri, kebaikan lewat pemikiran akan membentuk kedalaman, adapun kebaikan dalam memberI akan membentuk kasih.”

Maka dengan memberikan kata-kata baik yang berdasar pada pemikiran bijak, kita akan dapat membentuk semuanya; kepercayaan dan kedalaman kasih.

Bersahabatlah dengan pasangan, agar beban ini bisa ditanggung bersama, agar bisa dilalui secara ringan dan mudah.

Pengkhianatan dan Kematian Cinta

Apabila mutiara kehidupan perkawinan kita tercabik karena suatu pengkhianatan, bukan berarti dunia kita sudah kiamat. Tidak berarti pula kita harusn menderita, atau sengsara selamanya.

Ingat, kebahagiaan tidak bergantung pada orang lain, tetapi tergantung pada keinginan kita sendiri. Maka putuskanlah untuk tetap berbahagia, dalam situasi apa pun.

Penting untuk diperhatikan dalam situasi ini adalah, menjaga pikiran agar tetap waras. Sebab dengan kewarasan pikiran kita, maka kita akan dapat mengambil suatu keputusan yang akan membuat kita berbahagia, bukannya keputusan yang salah yang justru membuat kita menyesal.

Jangan sampai menderita dua kali, karena salah dalam mengambil keputusan. Untuk itu jangan ambil keputusan apa pun dalam kondisi emosi, tunggulah sampai emosi mereda.

Mungkin kita harus tersiksa dengan menunggu, tapi kalau memang itu yang harus kita lakukan dalam rangka untuk mendapat hasil terbaik, maka sebaiknya kita lakukan saja.

Menyikapi kondisi ini, tidak ada salahnya jika kita mempertimbangkan nasehat dari Paulo Coelho berikut; “Menunggu itu menyakitkan, begitu pula melupakan. Tapi tidak mengetahui apa yang harus dilakukan, adalah penderitaan yang paling buruk.”

Memang untuk bisa mendapatkan kebahagiaan hidup bukanlah hal mudah. Karena dia terkait dengan banyak hal yang kompleks. Rabindranath Tagore juga meyempatkan diri untuk membahas masalah kebahagiaan ini.

Dia berkata, “Resep untuk menjadi bahagia, sangatlah sederhana, tapi sangat sulit untuk menjadi sederhana.”  Agaknya kebahagiaan ini memang masalah yang sedemikian kompleksnya, hingga Rabindranath Tagore harus menggunakan kalimat bersayap.

Namun demikian, mungkin ada baiknya  bagi kita untuk belajar berpikir dan bertindak sederhana. Agar kita bisa memaknai ucapan Marvin Jay Torres ini, “Hal terbaik tentang mencintai dan disakiti adalah bahwa Anda bisa mengetahui makna cinta sejati. Karena seperti emas yang diuji dalam api, begitu juga cinta disempurnakan dalam perih.”  

Mari, Sempurnakan mutiara kehidupan perkawinan kita, secara sederhana!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: