Keunikan Yogyakarta dan Orang Yogyakarta

Yogyakarta adalah kota dengan banyak sebutan, mulai dari kota budaya, kota pelajar, kota wisata, kota gudheg, kota sepeda, hotspot town, dan masih banyak lagi. Yogyakarta adalah juga miniatur Indonesia. Di kota ini tinggal berbagai macam orang dengan latar suku bangsa yang beragam. Namun demikian keberagaman budaya yang ada di Yogyakarta bisa berpadu dengan indah, tanpa memicu konflik yang berarti.

Di Yogyakarta orang-orang yang dengan berbagai latar belakang sosial dan pendidikan bisa berbaur secara harmonis. Banyak intelektual, seniman dan budayawan besar yang pernah mengasah ilmunya di Yogyakarta. Tidak mengherankan, sebab Yogyakarta juga dijuluki sebagai kota pendidikan. Dimana ratusan perguruan tinggi negeri dan perguruan tinggi swasta, tumbuh menjamur di kota Yogyakarta.

Nama besar seperti Affandi, Bagong Kussudiardjo, Umar Kayam, Emha Ainun Najib hingga Sheila on 7, Jikustik, Letto dan Hudson,  kesemuanya pernah tinggal di Yogyakarta. Bahkan KLa Project yang bukan orang Yogyakarta pun lantas menciptakan lagu berjudul Yogyakarta. Karena saking kesengsemnya dia dengan kota Yogyakarta. Lantas apa yang membuat Yogyakarta jadi istimewa. Pertama karena namanya, yaitu Daerah Istimewa Yogyakarta. Kedua karena keramahan penduduk Yogyakarta yang bisa menerima setiap pendatang dengan tangan terbuka.

Namun keramahan orang Yogyakarta ini, menyebabkan pendatang kesulitan untuk bisa segera menguasai bahasa Jawa. Sebab orang Yogyakarta bersedia mengalah untuk berkomunikasi dengan menggunakan bahasa Indonesia kepada pendatang yang tidak bisa berbahasa Jawa. Maka jangan heran andai suatu saat Anda berjumpa dengan seseorang  yang pernah tinggal di Yogyakarta dalam jangka waktu lama antara 5 sampai 10 tahun, tetapi tetap tidak bisa berbahasa Jawa. Itu semua disebabkan keramahan orang Yogyakarta yang mau diajak berkomunikasi menggunakan bahasa Indonesia, walaupun dengan terbata (pen: masih banyak orang Yogyakarta yang belum faseh berbahasa Indonesia).

Nah anehnya, orang-orang yang dulu pernah bersekolah dan tinggal di kota Yogyakarta itu, ternyata jadi sangat mahir berbahasa Inggris setelah tinggal diluar negeri selama 2 atau 3 tahun, juga untuk bersekolah. Tidak percaya? Coba tengok orang di sebelah Anda….🙂

5 responses to this post.

  1. emang jogja top markotop…
    tp aq kasih tahu ya, krn byknya pendatang dan sikap tbukanya rakyat jogja, skarang jogja jd ruwet,sumpek, n bikin enek. tau kenapa? byk kejelakan pendatang yg dibawa yg kemudin ditiru org jogja…
    nb: utk rakyat jogja ‘tunjukkan identitas kita, sopan santun ,tepo sliro, unggah ungguh ,jangan sampe hilang’
    untuk pendatang : jgn bawa budaya kalian yg sekiranya tdk cocok untuk jogja.
    I LUPH U JOGJA…

    Balas

  2. Posted by fadeli on 20 Oktober 2010 at 13:27

    Hola, aku punya nama tambahan untuk kota Yogyakarta:
    -Kota Museum (Baru aja ditetapkan)
    -Kota Seniman
    -Kota Festival
    -Kota Adipura (Penjaga Lingkungan)
    -Kota Murah senyum
    -Kota Peninggalan
    -Kota Kerapian
    -Kota Tempat terindah
    -Kota Penjaga Sejarah
    -KOTA KELAHIRAN SESEORANG BERNAMA FADEL IKRAM!!!!!!! ITU AKU!!!

    POKOKNYA JOGJAKARTA IS THE BEST! Mas, kalo bisa, aku pengen ada komunitas blogger Yogyakarta, biar jadi Kota PerBlog-an. Yuhuuuuuu!! blablablablablab

    Balas

  3. Posted by fadeli on 20 Oktober 2010 at 13:28

    Silahkan kunjungi blog saya

    Balas

  4. wow mantabbbbss
    BENTOEL SEKALI SOBAT, SAYA PERNAH 7 TOAN DI SANA

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: