Trik Ilusi Terkenal Robert Houdin

Robert Houdin adalah pesulap besar Perancis, dan ditasbihkan sebagai bapak Sulap Modern. Selain itu, Robert Houdin kaya akan kreatifitas dalam menciptakan peralatan (gimmick) sulap.

Kreatifitas Robert Houdin dalam menciptakan peralatan modern, membuat pertunjukkan sulapnya jadi semakin memikat. Namun demikian, Robert Houdin yang dilahirkan di Blois, sebuah kota kecil di Perancis, dulunya adalah seorang pembuat arloji.

Beberapa trik dan ilusi yang pernah disajikan Robert Houdin antara lain:

a.   “Second Sight”

Sekalipun penemuan dan kemampuan sulap Robert Houdin sudah jauh lebih baik, namun ketika teater kembali dibuka untuk pertama kalinya, gedung itu tetap sepi pengunjung. Dia berpikir keras, mencari cara menarik minat orang untuk datang berkunjung. Akhirnya dia menemukan ide “membaca pikiran” yang memerlukan keterlibatan dua orang. Ide ini mirip dengan yang dilakukan oleh pesulap John Henry Anderson, walaupun pada praktiknya berbeda. Pada Anderson, sulap ini dilakukan dengan memasukkan benda-benda ke dalam kotak yang nantinya akan ditebak oleh Anderson. Sedangkan pada versi Robert-Houdin, dia akan mendatangi penonton, menyentuh benda yang diangkat penonton. Kemudian anaknya, yang dijadikan sebagai asisten, akan menjelaskan secara rinci masing-masing benda yang ia sentuh. Istimewanya, asistennya melakukannya dengan mata tertutup. Pertunjukan ini menimbulkan sensasi yang luar biasa, hingga menarik penonton untuk juga melihat “Soirees”.

Dalam perkembangannya, metode Robert-Houdin berubah. Dia tidak lagi menanyakan benda apa yang ada di tangannya, tetapi cukup membunyikan bel. Selanjutnya anak sekaligus asistennya akan menjelaskan secara rinci benda tersebut.

b.   “The Ethereal Suspension”

Sementara itu, pada waktu bersamaan orang-orang di Paris ramai memperbincangkan misteri penggunaan ether. Robert-Houdin kemudian mengambil kesempatan dari berkembangnya wacana tentang ether. Pada satu pertunjukan dia menyatakan di hadapan penonton bahwa dia telah berhasil menemukan manfaat baru yang mengagumkan dari penggunaan ether. “Jika seseorang menghirup cairan ether pada saat sedang berkonsentrasi tinggi, maka tubuhnya untuk beberapa saat akan ringan seperti balon,” demikian dinyatakan Robert-Houdin.

Dia membuktikan kebenaran pernyataannya dengan meletakkan tiga buah bangku di atas panggung. Lalu Eugene, putra bungsunya, berdiri di bangku tengah. Dengan mengikuti petunjuk ayahnya, Eugene mengulurkan tangan. Robert-Houdin meletakkan dua buah tongkat di atas bangku, dan memakainya untuk menyangga lengan Eugene. Kemudian dia mengambil sebuah botol, membuka tutupnya agar aroma ether keluar memenuhi ruang teater, hingga seluruh penonton dapat mencium aroma tersebut. Diletakkannya botol itu di bawah hidung anaknya. Eugene langsung terkulai begitu menghisap aroma ether yang keluar dari botol.

Pada kenyataannya, botol yang seolah-olah dihirup oleh Eugene itu adalah botol kosong. Sedangkan aroma ether yang mengambang di ruangan teater tersebut berasal dari cairan ether yang dituang di atas besi panas. Ini dilakukan oleh putra Robert-Houdin yang lain, Emile.

Robert Houdin kemudian mengambil bangku yang dipijak oleh anaknya, dan meletakkannya jauh dari kaki putranya yang masih terkulai lemas seperti kain. Dengan hati-hati dia mengambil satu tongkat yang menyangga lengan Eugene, sambil membetulkan letak posisi kepala anaknya. Hal yang menakjubkan pun terjadi. Dengan jari kelingkingnya Robert-Houdin mengangkat tubuh Eugene. Kemudian melepaskannya hingga tubuh anaknya seolah-olah menggantung di udara. Sontak penonton bersorak heran dalam gemuruh yang membahana.

Teknik sulap ini tak urung mengundang surat protes dari berbagai kalangan. Robert-Houdin dianggap membahayakan kesehatan anaknya yang “dipaksa menghirup ether” pada tiap penampilan sulap ini. Para pemrotes itu tidak menyadari bahwa botol yang dihirup Eugene adalah botol kosong.

c.   “The Marvelous Orange Tree”

Robert-Houdin meletakkan telur, lemon, dan jeruk pada sebuah meja di atas panggung. Sejurus kemudian dia berjalan ke penonton untuk meminjam saputangan dari seseorang. Saputangan pinjamannya itu lalu digulungnya hingga menyerupai bola. Dia menggosok bola saputangan itu dengan kedua tangannya hingga mengecil, terus mengecil, sampai akhirnya hilang ketika tangannya menyentuh telur. Dengan hati-hati diangkatnya telur itu, sementara penonton berharap agar dia memecahkan telur tersebut dan mengeluarkan saputangan dari dalamnya.

Harapan penonton musnah manakala telurnya juga ikut hilang. Kata Robert-Houdin, telurnya pergi ke lemon. Dia lantas mengambil lemon yang kemudian ternyata juga ikut hilang. Robert-Houdin mengatakan lemonnya telah pergi ke jeruk. Selanjutnya dia mengambil jeruk yang kemudian hilang juga dan hanya menyisakan serbuk putih di atas meja. Robert-Houdin memasukkan serbuk itu ke dalam botol, membasahinya dengan alkohol, dan membakarnya.

Pada sudut lain, terlihat asistennya membawa pot kayu yang ditanami sebatang pohon jeruk tanpa bunga dan buah. Robert-Houdin membawa botol yang dibakar tadi ke sana dan membiarkan api biru pembakaran menjilat dasar pot kayu. Uap pembakaran menyebabkan aroma daun jeruk menyebar dan menumbuhkan bunga-bunga pada pohon. Robert-Houdin lalu mengambil tongkat sulap dan mengayunkannya. Sim salabim! Bunga-bunga jeruk berganti dengan buah jeruk. Dipetiknya sebuah dan dilemparkannya kepada penonton untuk membuktikan bahwa jeruk itu nyata. Dia terus melakukannya hingga yang tersisa tinggal sebuah.

Robert-Houdin melambaikan tongkat sulapnya lagi. Ia membelah jeruk menjadi empat bagian. Sejurus kemudian tampaklah semacam benda putih dari dalamnya. Bersamaan dengan itu muncul dua mesin jam kupu-kupu dari belakang pohon. Sayap kupu-kupu berkepak, menjumput ujung kain putih, kepakan kedua ujung sayap kupu-kupu terus mengembangkan kain putih itu, dan tampaklah sehelai saputangan milik penonton yang tadi dipinjam oleh Robert-Houdin.

d.   “Robert-Houdin’s Portfolio”

Trik ini diawali dengan penampilan Robert-Houdin mengempit sebuah portofolio (semacam kotak untuk menyimpan dokumen atau karya seni) di bawah lengannya. Tebalnya kurang dari empat inci, sehingga terlihat terlalu kecil dan tipis untuk dapat menyimpan benda apa pun selain gambar.

Portofolio itu diletakkannya di atas dua kuda-kuda (landasan) sambil membelakangi penonton. Kemudian dia mengeluarkan sebuah gambar dari dalamnya. Gambar seorang wanita tanpa topi. Selanjutnya dia merogoh portofolio dan mengeluarkan dua buah topi; satu untuk musim panas dan satu lagi untuk musim dingin. Setiap kali melakukan aksinya mengambil sesuatu dari dalam portofolio, dia selalu menurunkan penutup.

Berikutnya, dia menunjukkan gambar burung. Dan dari dalam portofolionya keluarlah sebuah boneka burung. Selanjutnya dia juga mengeluarkan empat ekor kura-kura hidup dari dalam portofolionya.

Gambar dua orang koki yang sedang bertengkar dengan panci besar dia tunjukkan kepada penonton. Dalam sekejap dikeluarkannya tiga buah panci besar dari portofolionya. Panci pertama berisi kacang-kacangan, panci kedua berisi api yang meledak-ledak keluar, dan panci ketiga berisi air mendidih. Setelah berpura-pura berpikir sejenak, dia mengangkat penutup portofolionya dan mengeluarkan sebuah kandang besar yang penuh dengan burung-burung. Dia berjalan pelan ke arah penonton sambil tangannya menenteng kandang berisi burung. Penonton bersorak memberi aplaus serta menduga bahwa pertunjukan telah usai. Robert-Houdin menyapa penonton dan berkata, “Tidak ada di sini sekarang; tidak ada apa-apa, dan tidak ada siapa pun,” sambil mengetuk penutup portofolio. Dia menutup portofolio dan bermaksud mengakhiri pertunjukannya, tapi sejurus kemudian tampak ragu. Dihampirinya kembali portofolio, diulurkannya tangan ke dalam portofolio, dan dikeluarkannya sesuatu yang ada dalam genggamannya. Seolah terlihat berat, tetapi ketika benda itu berhasil dikeluarkan, semua penonton terperanjat takjub, demi melihat Robert-Houdin berhasil mengeluarkan anak lelakinya dari dalam portofolio.

e.   “The Light and Heavy Chest”

Jumlah trik yang berhasil diciptakan Robert-Houdin dari teaternya amatlah banyak, tapi ada salah satu yang menarik dan luar biasa yaitu trik “light and heavy chest”. Dia mendapat inspirasi untuk mengembangkan trik ini karena teringat dengan benda-benda yang menggunakan listrik pada masa kecilnya. Gelombang elektromagnetik yang ditemukan oleh Hans Cristian Oersted sangat bermanfaat bagi pengembangan trik ini.

Penampilan Robert-Houdin dalam trik ini diawali dengan gayanya berjalan mondar-mandir di atas panggung sambil membawa kotak kayu yang tidak terlalu besar, kira-kira seukuran kaki lebar (kuranglebih 30 cm). Sambil meletakkan kotak kayu tersebut di atas meja, dia lalu berkata bahwa dia telah berhasil menemukan cara untuk melindunginya dari tindak pencurian. Selanjutnya dia berjalan ke arah penonton, dan mencari penonton anak-anak untuk diajaknya naik ke atas panggung. Anak tersebut lalu diminta untuk mengangkat kotak yang ada di atas meja. Dengan mudah si anak berhasil mengangkatnya. Sambil mengantar anak itu kembali ke kursi penonton, Robert-Houdin mengajak beberapa penonton laki-laki dewasa yang paling kuat untuk naik ke atas panggung, dan diminta untuk mengangkat kotak tersebut. Namun kotak itu tidak bisa terangkat, sekalipun para lelaki dewasa itu mengerahkan semua kemampuannya.

sumber:

Yulianto S Wibowo, 7 Tokoh Sulap Dunia: Sepenggal Kisah Hidup, Penerbit Diksi, Jakarta 2010

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: