Selang beberapa saat setelah menggelar ritual di makam Raja-raja Kotagede, Bramantyo Prijosusilo bergegas menaiki andong guna berangkat menuju Markaz MMI yang berjarak kurang lebih 800 meter dari kompleks makam raja Kotagede. Dengan dikawal mobil patroli dari Polsek Banguntapan, Bantul, Bramantyo yang mengenakan busana Jawa motif lurik itu segera berngkat menuju Markaz MMI, namun setibanya disana, dia harus berhadapan dengan aksi pengeroyokan yang dilakukan oleh jamaah MMI. Berikut kronologisnya : Continue reading
15 Feb
Ini Puisi Bramantyo Prijosusilo
Sedianya Bramantyo akan membacakan puisi ini, memecah kendi dan berdialog dengan Jamaah MMI bila memungkinkan. Namun sebelum terlaksana jamaah MMI sudah meringkus dan menganiayanya. Untunglah pihak kepolisian berhasil mengamankannya kedalam truk Dalmas dan membawanya ke Polres Bantul. Continue reading
15 Feb
Konsep Aksi Bramantyo Prijosusilo di Kotagede
Banyak orang bertanya kenapa Bramantyo melakukan aksinya di “kandang macan”, dan selanjutnya menyayangkan terjadinya peristiwa pengeroyokan terhadap Bramantyo. Beberapa suara menyatakan keprihatinannya, “seharusnya Bramantyo tahu, kalo dia melakukan aksinya disana pasti akan mengalami tindak kekerasan dari orang-orang ini”. Tetapi Bramantyo tetap tidak bergeming, dia ingin membuktikan bahwa asumsi masyarakat itu salah. Namun kali ini, asumsi Bramantyo lah yang salah. Kenapa asumsi Bramantyo salah? Dalam konsepnya dia mengalokasikan waktu 30 menit untuk berdialog dengan MMI, namun bukan dialog yang didapat, tetapi digebugin. Berikut adalah konsep aksi Bramantyo : Continue reading
17 Des
The Unconditional Love
Dedicated to everyone who cares
Suatu malam telefon sebuah rumah di Kota New York yang dihuni sepasang suami istri yang tengah ditinggal anak tunggalnya untuk menjalani wajib militer di Vietnam, berdering. Sang Istri langsung menyahut gagang telepon dan menyapa; Continue reading




